Kapolsek Lubuk Baja Jelaskan Kronologi Seorang Pria Bawa Sajam Kedalam Masjid

WhatsApp Image at

Viralnya video yang beredar di media sosial terkait seorang warga membawa sebilah parang kedalam masjid, Kapolsek Lubuk Baja berikan klarifikasi. Kejadian itu pada 10 April 2022 di Masjid Al-Mu’minim RT 002/RW 002 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Harris Resort Batam

“Perkara ini sebenarnya sudah di mediasikan, pihak-pihak yang bertikai juga sudah kita bawa ke polsek lubuk baja dan sudah di damaikan secara kekeluargaan yang di saksikan oleh ketua RW, Ketua RT dan pengurus Mesjid Al – Mu’minin,” ungkap Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Budi Hartono, Kamis (14/04/2022).

Lebih jauh dijelaskan Kompol Budi, kejadian tersebut berawal pada hari Minggu tanggal 10 April 2022 sekira pukul 03.30 WIB saat remaja masjid Al Mu’minin membangunkan warga untuk sahur dengan menggunakan toa masjid, akan tetapi salah satu warga insisial NZ (56) merasa terganggu dengan adanya suara toa masjid dengan volume yang sangat keras, yang mana pada saat itu NZ mendatangi masjid sambil membawa parang dan sesampainya di dalam masjid NZ langsung cekcok dengan remaja masjid.

“Kemudian NZ pulang ke rumah, namun masih dikejar oleh remaja masjid Al Mu’minin sampai di depan rumahnya dan kembali terjadi cekcok mulut antara NZ dengan remaja masjid, melihat kejadian tersebut FR (anak dari NZ) keluar dari dalam rumah mencoba untuk melerainya, akan tetapi remaja masjid justru mengeroyok FR,” ungkap Kompol Budi.

Sambung Kompol Budi, kemudian saat salah satu remaja masjid ikut mengeroyok dan akan memukul FR, NZ memukulkan parang ke arah remaja masjid tersebut pada saat salah satu remaja masjid inisial ME akan memukul FR sehingga ujung parang tersebut menggores punggung ME, kemudian remaja masjid membawa NZ dan FR ke Polsek Lubuk Baja.

“NZ melakukan hal tersebut hanya untuk menggeretak saja, pada waktu itu NZ sedang istirahat bersama keluarga, NZ memiliki cucu yang masih kecil dan merasa terganggu dengan suara Toa yang sangat keras, NZ yang rumahnya hanya berjarak 5 meter dari masjid meminta suara membangunkan sahur dikecilkan sedikit,” kata Kompol Budi

Atas kejadian tersebut NZ sudah meminta maaf atas perbuatan yang dia lakukan karena NZ juga merupakan seorang muslim yang harus saling memaafkan. Kemudian juga telah dilakukan perdamaian secara kekeluargaan antara kedua belah pihak dan para pihak sepakat untuk tidak membuat laporan polisi atau laporan pengaduan terkait dengan peristiwa ini karna sudah di selesaikan secara kekeluargaan dan tidak saling menuntut.

Pemkab Karimun