Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Karimun

Kapolres Karimun Imbau Masyarakat Waspadai Kedok Lowongan Kerja di Luar Negeri

KUTIPAN.CO – Atas kejadian ditemukannya dua orang pria yang mengapung terobang-ambing ditengah lautan dan diselamatkan oleh seorang nelayan di Kabupaten Karimun, Kapolres Karimun menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih lowongan kerja dan tidak mudah tergiur ajakan kerja di luar negeri dengan upah atau gaji yang besar.

Dua orang pria tersebut merupakan ABK Kapal berbendera China dengan nama kapal Lu Qing Yuan Yu 213, merupakan kapal tangkap ikan, karena sering mendapatkan penyiksaan dan dipekerjakan tidak manusiawi, kedua orang tersebut yang diketahui bernama Reynalfi dan Andri memilih untuk terjun kelaut dan akhirnya ditemukan oleh nelayan di Karimun diperairan STS Internasional, Kepulauan Riau belum lama ini.

Terhadap kasus tersebut Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, menghimbau dan meminta masyrakat khususnya di wilayah hukum nya untuk lebih selektif dalam memilih pekerjaan di luar negeri dan meminta untuk tidak mudah tergiur akan gaji atau pah yang diming-imingi besar oleh pihak penyalur tenaga kerja keluar negeri tersebut.

Dua ABK kapal berbendera China yang terjun kelaut | Foto : Gik

“Saat ini banyak terjadi kasus human traficking yang berkedok lowongan kerja di luar negeri dengan gaji besar, untuk itu saya meminta masyarakat untuk lebih selektif dan tidak tergiur tanpa mengetahui secara pasti pekerjaan apa nantinya yang akan diberikan atau kemana nantinya akan dipekerjakan,” kata AKBP Muhammad Adenan.

AKBP Muhammad Adenan juga mengatakan, kedua pria tersebut telah diserahkannya ke Dewan Pimpinan Wilayah Pergerakan Pelaut Indonesia (DPW PPI) Karimun, Kepulauan Riau dan telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Kepri.

Atas pengakuan kedua ABK Kapal berbendera China tersebut, awalnya mereka ditawari suatu pekerjaan di pabrik tekstil di Korea dengan upah sekitar Rp25 juta hingga Rp40 juta, oleh seseorang yang mengaku dari agen PT. Duta Grup asal Jakarta.

Namun, bukan negeri ginseng yang dikunjungi, keduanya justru dibawa ke Singapura, dan kemudian diperkerjakan paksa di kapal berbendera China tersebut.

“Atas keterangan dari keduanya, kuat dugaan mereka adalah korban Trafficking atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” kata AKBP Muhammad Adenan.

Penulis : Tegar
Editor : Fikri

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Setahun Buron, Pelaku Pencabul di Karimun Pasrah Dibekuk Polisi

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply