Selamat Tahun Baru Kutipan Berita

Kapal Pengangkut Barang Kebutuhan Pokok ke Lingga Tertahan di Sungai Batang Hari

  • Bagikan
Sungai Batang Hari

KUTIPAN.CO – Kapal bermuatan kebutuhan bahan pokok tertahan di Sungai Batang Hari, oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, barang kebutuhan tersebut akan dibawa ke Dabo Singkep, untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Foto Dabo singkep, provinsi jambi, Sungai Batang Hari

Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy mengakatan, dengan adanya keterlambatan distribusi barang bahan pokok dari Jambi yang menggunakan kapal tersebut, dikuatirkan akan terjadi lonjakan harga barang khususnya di wilayah Dabo Singkep, yang sebagian besar mengandalkan pasokan barang-barang dari kapal Jambi tersebut.

“Kita sudah mendapati informasi tentang hal tersebut, kami dengan segala kewenangan yang ada, akan berupaya menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, agar kapal tersebut dapat kembali berlayar,” kata Neko kepada media. Minggu (20/6/2021).

Kapal-kapal tersebut, jelas Neko, tidak saja memuat kebutuhan pokok, namun beberapa produk makanan ringan dan barang-barang kelontong dari Pulau Jawa, yang juga dikirim melalui kapal kayu tersebut, dan didistribukan ke wilayah Kabupaten Lingga, bahkan wilayah Kepulauan Riau.

“Saat ini memang ada Kapal Roll On Roll Off (Roro) yang sudah beroperasi kembali, namun tentunya tidak semuanya dapat terangkut, sehingga masih banyak yang menggunakan kapal kayu,” terangnya.

Neko melanjutkan, tidak saja barang kebutuhan dari Jambi ke Kabupaten Lingga, namun dengan terhentinya kapal tersebut, beberapa barang hasil pertanian dan perkebunan di Kabupaten Lingga, yang akan dibawa ke Jambi yang selama ini menjadi salah satu pasar berbagai hasil bumi yang ada di Kabupaten Lingga juga ikut tertunda.

“Dengan tertahan kapal itu bukan hanya barang dari Jambi, tapi hasil-hasil bumi kita seperti karet dan bahan-bahan lainnya yang biasa di kirim ke Jambi untuk dijual juga akan terhambat, secara otomatis mematikan perputaran ekonomi kita disini,” paparnya.

Apapun kebijakan yang diambil petugas tersebut, menurutnya tentu merupakan kebaikan bersama, akibat dari adanya kecelakan laut yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

“Tentunya kita mendukung kebijakan tersebut, hanya saja kita ingin segala administrasi dapat dipercepat dan dipermudah namun tetap mengikuti prosedur yang ada,” imbuhnya.


Penulis: Pandi
Editor: Fikri

  • Bagikan