Kades Mensanak Bantah Dituding Korupsi

  • Bagikan
Kades Mensanak

KUTIPAN.CO – Dituding tidak transfaran dan diduga korupsi serta melakukan kegiatan fiktif terkait anggaran dana desa tahun 2019, Kepala Desa Mensanak mengaku isu tersebut dimunculkan untuk menghalangi langkahnya mengikuti Pilkades serentak tahun 2021.

“Jadi apa yang beredar menyebutkan saya korupsi anggaran desa tahun 2019, itu semua hanya mengarang saja. Menurut saya, tujuan isu ini dimunculkan untuk menghalangi langkah saya agar tidak bisa ikut di Pilkades tahun ini,” kata Kades Mensanak, Mansur kepada wartawan, Kamis (10/06/2021)

Kades Mensanak menyebutkan, terkait tudingan dugaan korupsi yang dituduhkan kepadanya itu dapat dipertanggungjawabkan, dan menurutnya ia telah mengikuti sesuai prosedur.

“Kalau dibilang tidak transfaran dalam hal penggunaan anggaran, saya telah melaksanakan sesuai dengan arahan dan petunjuk serta regulasi yang ada, dan kami telah publikasikan ke masyarakat, dengan cara membuat baliho APBDes yang kami pajang ditempat umum,” katanya

Kemudian, terkait toilet umum, Mansur mengaku telah diaudit dan ditemukan kelebihan anggaran, namun anggarannya telah dikembalikan ke kas desa.

“Terkait kegiatan WC yang kemarin diribut-ributkan itu, sepengatuan saya itu cuma 1 unit. Sudah diaudit oleh inspektorat dan kami akui, itu ada kelebihan anggaran dan itu sudah kami kembalikan ke kas desa. Yang menjadi rekomendasi inspektorat sudah kami lakukan yang WC itu,” ungkapnya

Selain itu kata Mansur, terkait kegiatan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) dengan nominal uang disebutkan sebanyak Rp 70 juta. Sepengatahuannya itu untuk dua kegiatan hari besar yakni kegiatan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) dan PHBN (Peringatan Hari Besar Nasional).

“Ada lagi disebutan kegiatan fiktif, yakni kegiatan PHBI. Kegiatan itu yang duit 70 juta rupiah itu, setahu saya kegiatannya untuk PHBI dan PHBN, itu dua kegiatan untuk peringatan hari besar Islam dan hari besar nasional,” ujarnya

Diuraikan dia, untuk kegiatan PHBI, pihaknya melakukan berbuka puasa bersama, maulid nabi, mandi safar kemudian untuk safari bulan ramadhan. Kemudian PHBN dilaksanakan untuk kegiatan peringatan hari kemerdekaan RI.

“PHBI, kami lakukan untuk berbuka pusa bersama, maulid nabi, mandi safar, kemudian safari bulan ramadhan. Jadi itu semua sudah kita lakukan. Kegiatan PHBN yang kami lakukan, mulai dari peringatan 17 Agustus, itu ada permainan rakyat. Kemudian diakhir tahun ada kegiatan tahun baru, jadi yang dibilang fiktif itu yang mana,?. Setiap tahun kami ini di monitoring oleh inspektorat,” ujarnya

Mansur menduga, mencuatnya perihal ini kepermukaan dikarenakan mendekati Pilkades serentak yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini. Dengan adanya isu miring ini menurutnya guna menghalangi langkahnya untuk mencalonkan kembali menjadi calon Kades Mensanak.


Penulis : Dainis
Editor : Fikri

  • Bagikan