Jokowi resmi berikan gelar enam tokoh Pahlawan Nasional | Foto : Facebook Joko Widodo

KUTIPAN.co – Diantara enam tokoh dianugrah penghargaan pahlawan nasional yang tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120/TK Tahun 2019 tanggal 7 November 2019, diantaranya ada sosok jurnalis perempuan asal Sumatra Barat.

Atas jasanya bagi negara dan bangsa kepada enam tokoh tersebut dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, Upacara penganugerahan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo yang digelar di Istana Negara Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Diantara enam tokoh pahlawan nasional yang dianugerahi oleh Jokowi yakni Rohana Kudus yang merupakan salah satu pelopor pers Indonesia, wanita kelahiran Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat tepatnya pada tanggal 20 Desember 1884 silam ini pada tahun 1911 Rohana Kudus merupakan sosok pendiri sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) yang terletak di Koto Gadang.

Selain aktif didunia pendidikan, ia juga menulis di surat kabar perempuan ‘Poetri Hindia’ namun ketika dibredel pemerintah Belanda, pada tahun 1912 Rohana berinisiatif mendirikan surat kabar yang bernama ‘Sunting Melayu’ yang tercatat sebagai salah satu surat kabar perempuan pertama di Indonesia.

Pada kala itu Rohana berada pada jaman yang sama dengan pahlawan nasional perempuan yakni Kartini, mereka sama-sama berjuang dengan cara yang sama namun berbeda tempat untuk mendapatkan hak perempuan dalam dunia pendidikan.

Rohana Kudus | Foto : Istimewa

Disaat penjajah Belanda semakin merajalela, sosok perempuan cerdas ini juga turut membantu pergerakan politik lewat tulisan-tulisan nya membakar semangat juang para pemuda Indonesia.

Jejak sang perempuan jurnalis ini juga terekam merantau hingga ke Lubuk Pakam dan Medan dan di tempat tersebut Rohana sempat memimpin surat kabar ‘Perempuan Bergerak’, perempuan yang wafat pada 17 Agustus 1972 itu mengabadikan dirinya kepada bangsa dan negara serta menjadi kebanggaan bagi kaum hawa yang diperjuangkannya.

Berikut beberapa penghargaan yang pernah disematkan pada nama Rohana Kudus, penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia pada tahun 1974, pada Hari Pers Nasional ke-3 tahun 1987, selain itu pada masa Menteri Penerangan Harmoko, sosok Rohana Kudus juga dianugerahi sebagai Perintis Pers Indonesia dan pada 6 November 2007 pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Jasa Utama.

Adapun enam tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional yakni, Abdul Kahar Mudzakkir, Alexander Andries Maramies, dan KH. Masykur, ketiganya merupakan anggota dari Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), selain itu Jokowi juga memberikan gelar pahlawan kepada Prof Sardjito dan Sultan Himayatudin. Sardjito merupakan tokoh medis yang dedikasinya terekam dalam bidang pendidikan dan kesehatan pada era perjuangan kemerdekaan.

Sedangkan, Sultan Himayatuddin yang adalah seorang Sultan Buton untuk dua periode jabatan yakni sebagai Sultan ke-20 pada tahun 1750–1752 dan sebagai sultan ke-23 pada 1760–1763.

Editor : Fikri
Source : Wikipedia & Liputan6