fbpx
Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Lingga

Jika Jadi Bupati, Begini Strategi Paslon Nomor 3 dan 1 Tingkatkan PAD Lingga

Pemerintah Kabupaten Lingga DPRD Kabupaten Lingga TNI POLRI Solid dan Netral Sektor Unggulan Pemkab Lingga
PAD Lingga
Ilustrasi Pendapatan Asli Daerah (Foto : klik anggaran)

KUTIPAN.CO – Menjawab pertanyaan calon Bupati Lingga nomor urut 2 Riki-Raja Supri terkait strategi dan langkah peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) ditengah Covid-19 dengan masa jabatan yang hanya 3 tahun setengah, jika terpilih menjadi pimpinan daerah begini strategi Paslon nomor urut 3 dan nomor urut 1.

“Bagaimana strategi, terkait dengan peningkatan PAD kita, dimana kita tau PAD kita ini masih sangat-sangat kecil dibawah 50 miliar, ini tentu sangat jauh dari rencana program yang ingin dikembangkan kedepannya sementara berharap dari APBN, dana sharing dan sebagainya hari ini juga kita mengalami defisit dengan keadaan Covid-19,” tanya Riki Syolihin pada debat publik putaran pertama calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada 2020 Kabupaten Lingga, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kabupaten Lingga yang disiarkan live facebook oleh KPU Kabupaten Lingga, Rabu (4/11/2020).

Menjawab pertanyaan tersebut, Calon Bupati Lingga nomor urut 3 Muhammad Nizar mengatakan, dengan pencapaian PAD yang ada saat ini patut bersyukur dan berbangga, sebab sejak kepemimpinan AWe-Nizar, pendapatan asli daerah terus menanjak naik.

“Untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah kami boleh berbangga hati, hari ini ketika kami memulai memimpin Kabupaten Lingga tahun 2016 itu PAD itu Rp18 miliar saja. Kemudian, Alhamdulillah dengan terseok-seok merangkak naik walaupun hari ini masuk pada pandemi corona,” kata Muhammad Nizar

Baca Juga :   Jelang Pilkada KPPS Desa dan Kelurahan Kecamatan Singkep Dilantik

Lebih lanjut calon Bupati Lingga nomor urut 3 ini mengatakan, ditengah pandemi corona saat ini beberapa kabupaten/kota yang lain bahkan banyak mengalami penurunan PAD, namun Kabupaten Lingga boleh berbangga hati, sebab pada tanggal 4 November 2020 itu posisi pendapatan PAD Kabupaten Lingga sudah mencapai Rp39 miliar mudah-mudahan sampai berakhirnya 2020 di bulan Desember 2020 nanti mencapai angka Rp49 miliar.

“Kenaikannya 200 sampai 300 persen ini. Nah dari mana cadangan dan sumber itu salah satunya dari galian C yang ada di Kabupaten Lingga yang betul-betul memberikan luar biasa pada PAD Kabupaten Lingga, termasuk juga ada pungutan pajak dan PBB sebagainya,” ungkap Nizar

Untuk kedepan jika diamanahkan, Nizar-Neko akan terus meningkatkan PAD melalui program-program lainnya yang telah dipersiapkan sesuai dengan visi misi, indikator dan sasaran.

Sementara jawaban dari calon Bupati Lingga nomor urut 1 Muhammad Ishak mengatakan, Perda yang telah diterbitkan perlu dievaluasi guna melihat mana kelemahan dan kelebihannya, begitu juga PBB.

“Pajak PBB Lingga masih kecil. Nah ini perlu langkah-langkah strategis yang tersendiri bagaimana meningkatkan pajak bumi dan bangunan yang ada di Kabupaten Lingga,” kata Muhammad Ishak

Menurut Ishak, masih banyak tanah semak belukar yang tidak terjamah PBB nya oleh pemerintah, kedepan terkait tanah-tanah tersebut akan diintensifkan guna memberikan pemasukan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Lingga.

Baca Juga :   Bercita-cita Mengabdikan Diri Untuk Masyarakat Lingga, Gagal Jadi Dokter Neko Tuntut Ilmu ke Negeri Malaysia

“Kalau kita lihat tanah-tanah yang ada di Kabupaten Lingga ini semak belukar, tapi kalau ditanya semua ada yang punya, ini perlu kita intensif kan lagi bagaimana menarik pajak dari PBB ini,” kata Ishak

Lanjut Ishak, begitu juga dengan pajak dari galian C harus mengoptimalkan lagi karena belum sesuai harapan. Oleh karena itu evaluasi terutama dari kalangan pemerintah dan pengusaha perlu dilakukan. Sementara untuk jangka panjang, dalam rangka meningkatkan PAD harus meningkatkan investasi yang lebih besar didaerah ini.

“Tetapi sebelum kita menarik pajak dan retribusi tentu kita harus memberikan insentif kepada para investor supaya lebih menarik investasi datang di Kabupaten Lingga ini,” kata Ishak

Ditambahkan Salmizi, selain mengoptimalkan dari sumber pajak dan retribusi tentu juga harus membuka ruang investasi seluas-luasnya di Kabupaten Lingga, sebab kemungkinan penambahan PAD itu akan lebih kecil, apabila tidak membuka ruang investasi seluas-luasnya di Kabupaten Lingga.

“Kenapa demikian karena kita tau bahwa sumber pendapatan daerah itu tentu sangat berbanding lurus dengan hadirnya investasi. Berikan kemudahan, jaminan agar kemudian rekan-rekan investor bisa masuk ke Kabupaten Lingga untuk berinvestasi, dengan hadirnya investasi tentu otomatis akan meningkatkan PAD,” katanya

Editor : Fikri

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement