
KUTIPAN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lingga mengapresiasi langkah Polres Lingga yang menggelar forum komunikasi lintas agama dalam rangka menjaga stabilitas kerukunan dan toleransi beragama menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dan bulan suci Ramadan.
Kegiatan kopi morning Forum Komunikasi Lintas Agama tersebut berlangsung di Kedai Kopi Merdeka, Sabtu (14/2/2026), dan dihadiri sejumlah tokoh lintas agama, termasuk perwakilan umat Buddha yang dalam waktu dekat akan merayakan Imlek, serta tokoh-tokoh Islam yang bersiap menyambut Ramadan.
Ketua FKUB Kabupaten Lingga, H. Ilhammudin, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif Polri dalam menjaga stabilitas daerah.
“Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Lingga mengapresiasi kegiatan ini dan mendukung Polri dalam menjaga stabilitas kerukunan dan toleransi beragama,” ujar Ilhammudin saat diwawancarai usai kegiatan.
Menurutnya, pertemuan lintas agama ini menjadi momentum penting untuk mempersamakan persepsi, terlebih karena tahun ini perayaan Imlek berdekatan dengan bulan suci Ramadan.
“Pada hari ini FKUB Lingga menghadiri dengan beberapa tokoh lintas agama, khusus pada teman-teman Buddha yang dalam waktu dekat akan merayakan Imlek. Dan yang beragama Islam dalam waktu dekat akan menyambut bulan suci Ramadan, jadi mempersamakan persepsi agar tidak terjadi gesekan yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat yang akan merayakan hari besar keagamaan.
“Selamat merayakan Hari Raya Imlek tahun 2026 bagi saudara-saudara kami yang beragama Buddha, semoga perayaan menjadikan kebahagiaan dan menjadikan keberkahan bersama,” ucapnya.

“Kepada umat Muslim, selamat menyambut bulan suci Ramadan bagi kita yang beragama Islam, semoga ibadah kita selalu penuh dengan kebaikan,” tambahnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan perwakilan Bimas Buddha, Maya Purnawi. Ia menilai forum yang digelar Polres Lingga menjadi wadah komunikasi yang efektif antarumat beragama.
“Dalam momen yang istimewa di tahun ini, Imlek bertepatan juga dengan Ramadan. Kami dari Bimas Buddha sangat apresiasi dari pihak Polres yang mengadakan forum ini sehingga terjadi komunikasi dan koordinasi,” ungkap Maya.
Ia bahkan menilai tingkat toleransi di Kabupaten Lingga sudah sangat baik.
“Saya sebagai Bimas Buddha sangat apresiasi, di Lingga ini toleransi sudah sangat bagus,” katanya.

Sementara itu, Wakapolres Lingga, Kompol Darmin, menjelaskan bahwa kegiatan kopi morning tersebut merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kita melaksanakan kopi morning dalam rangka mitigasi perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dalam forum tersebut turut hadir panitia Imlek, FKUB Lingga, serta perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
“Jadi dalam kopi morning ini dihadiri juga dari saudara-saudara kita dari panitia Imlek dan FKUB Lingga, dari NU dan Muhammadiyah, dalam rangka kopi bersama membahas memelihara situasi kamtibmas,” jelasnya.
Menurutnya, komunikasi yang terbangun sejak dini menjadi kunci mencegah potensi gesekan serta memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan tokoh agama.
Dengan adanya forum ini, diharapkan perayaan Imlek 2026 dan pelaksanaan ibadah Ramadan di Kabupaten Lingga dapat berlangsung aman, nyaman, serta penuh semangat toleransi antarumat beragama.(Ino/Dito)





