Janji Menikahi, Pemuda di Batam Setubuhi Anak Dibawah Umur

  • Bagikan
Pemuda di Batam Setubuhi Anak Dibawah Umur

KUTIPAN.CO – Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil meringkus Muhammad Nikolas (21) pelaku persetubuhan anak dibawah umur dengan modus menjanjikan menikah.

Direktur Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefry Siagian melalui Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha menjelaskan, peristiwa tersebut bermula pada Senin (5/7/2021) sekira pukul 18.00 WIB ketika orang tua korban pulang dari bekerja mendapati anaknya MS (15) tidak berada di rumah.

“Saat pulang kerja orang tua korban mencari keberadaan anaknya namun tidak kunjung ditemukan. Kemudian pada Selasa (6/7/2021) sekira pukul 14.00 WIB mendapat kabar bahwa anaknya berada di Tiban dirumah temannya,” ucap Dhani, Selasa (13/7/2021).

Selanjutnya orang tua korban menjemput dan melihat wajah anaknya dalam keadaan pucat dan lesu, orang tua korban langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, namun anaknya tidak mau menjawab dan akhirnya orang tua korban membawa anaknya pulang ke rumah.

Sampai di rumah orang tua korban menanyakan kembali apa yang sebenarnya terjadi dan akhirnya mengaku bahwa pada Senin (5/7/2021) ia dijemput dan dibawa Muhammad Nikolas ke Hotel hingga disetubuhi atau berhubungan selayaknya suami istri sebanyak 4 kali.

“Pelaku Muhammad Nikolas membawa korban ke Hotel Golden Bay, Bengkong sekira pukul 19.00 WIB dan melakukan hubungan selayaknya suami istri sebanyak 4 kali,” jelas Dhani.

Dhani menambahkan, modusnya pelaku membujuk rayu korban dan menjanjikan akan menikahi korban yang masih dibawah umur.

Pelaku diamankan pada Jum’at (9/7/2021) sekira pukul 13.00 WIB di Bengkong Palapa 1 Kavling Sentosa Blok Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam beserta barang bukti dan selanjutnya dibawa ke Kantor Subdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri guna proses penyidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan 1 helai celana panjang kain warna hitam, 1 helai celana dalam warna ungu, 1 helai Bra warna hijau, 1 helai kaos oblong lengan pendek warna putih, 1 helai kaos dalam warna putiih, 1 helai jilbab kain warna coklat dan 1 helai jaket warna crem

Pasal yang disangkakan Tindak Pidana Persetubuhan terhadap anak dibawah umur, Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak 5 Milyar rupiah.


Report : Yuyun

  • Bagikan