Kasi Pidsus Kejari Lingga Josua Tobing (dokumentasi Kutipan.co)

KUTIPAN.co, Lingga – Diduga melakukan penyimpangan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2018 di Desa Berindat Kecamatan Singkep Pesisir Kabupaten Lingga, Kejaksaan Negeri Lingga melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dari sejumlah oknum yang terlibat.

Dugaan adanya penyimpangan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa di Desa Berindat diterima berdasarkan laporan dari masyarakat setempat.

“Pulbaketnya sudah kita terima dari Kasi Intel dinyatakan sudah lengkap dan diserahkan ke pidana khusus (Pidsus),” kata Kasi Pidsus Kejari Lingga Josua Tobing saat dikonfirmasi, Rabu (27/11/2019)

Josua menuturkan bahwa berkas pulbaket tersebut sudah dinyatakan lengkap dan sudah ditemukan adanya indikasi perbuatan melawan hukum serta adanya kerugian negara.

“Jadi untuk saat ini kita masih melakukan proses penyelidikan dan akan kita perdalam lagi. Tentunya nanti akan kita panggil orang-orang yang bersangkutan untuk kita lakukan pemeriksaan,” ujar Josua.

Beberapa waktu lalu warga Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir sempat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor desa untuk meminta agar Kades Berindat diberhentikan dari jabatannya.

Hal tersebut dilakukan karena masyarakat merasa kecewa. Sebab ada beberapa pembangunan di Desa Berindat yang hingga saat ini tidak terselesaikan dan terbengkalai.

Tuntutan yang layangkan masyarakat Desa Berindat yakni terkait pembangunan gedung sekolah Paud yang dibangun menggunakan sisa lebih anggaran dana desa (Silpa DD) tahun 2018 ditambah ditambah Dana Desa (DD) 2019.

Penulis : Ramadhan
Editor : KRI