Bidang Perekonomian Setda Lingga saat memantau ke penyalur yang ada di Senanyang dan Desa Sungai Buluh (Foto : Istimewa)

Lingga – Sejumlah nelayan yang berada di wilayah Senayang, Lingga Utara, Bakung Serumpun, Temiang Pesisir dan Katang Bidare keluhkan BBM (Bahan Bakar Minyak) Solar langka, yang mengakibatkan terhambatnya aktivitas melaut para nelayan.

Begitu juga dengan adanya pantauan kicauan di media sosial dan keluhan masyarakat terkait susahnya mendapatkan BBM jenis Minyak Tanah di Kecamatan Singkep, Singkep Pesisir, Singkep selatan, beberapa lokasi di Singkep barat, Selayar, Lingga, Lingga Timur dan Kepulauan Polsek beberapa hari ini

Maka Mendapat adanya laporan terkait indikasi kelangkaan BBM Solar dan Mitan tersebut , Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Lingga langsung melakukan pemantauan dan koordinasi dengan penyalur yang ada di Senayang dan di Desa Sungai Buluh.

“Terkait adanya laporan kelangkaan Minyak Solar di Senayang dan Minyak Tanah di Singkep maka kami langsung melakukan pemantauan ke penyalur yang ada di Desa Sungai Buluh dan juga melakukan koordinasi dengan penyalur yang ada di Senayang,” ujar Kabag Perekonomian Sumiarsih melalui Kasubag Sarana Ekonomi dan SDM Bagian Perekonomian Zafrinaldi, Kamis (07/11/2019).

Menurut dia berdasarkan laporan bahwa adanya keterlambatan suplay dari depot Pertamina di Kijang dan Tanjung Uban Bintan. Hal tersebut dikarenakan oleh antrian pengisian sesuai schedule dan depot di sana.

“Insyaallah diiperkirakan BBM solar sampai ke wilayah senayang dan sekitar pada hari Selasa atau Rabu. Dan mudah-mudahan bisa lebih cepat karena kita juga sudah berkoordinasi dengan area manager Pertamina untuk wilayah Lingga yang di batam kapal yang mengangkut BBM solar untuk Penyalur Senayang didahulukan,” kata Zafrinaldi.

Sementara itu, untuk minyak tanah sudah masuk dan sudah mulai disalurkan ke wilayah Kecamatan se-Pulau Singkep, Selayar, Kepulauan Posek, Lingga dan Lingga Timur.

“Insyaallah untuk semua jenis BBM tersedia, meskipun belum bisa untuk mencukupi kebutuhan masyarakat secara optimal,” ujar Zafrinaldi.

Penulis : KRI
Editor : Agedas