Jakarta – Guna mencapai efisiensi energi 17% pada tahun 2025 mendatang, Direktur Konservasi Ditjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM), Hariyanto, akan melarang 12 alat rumah yang tidak hemat listrik beredar dan digunakan.

“Kami targetkan tahun 2025 bisa mengatur 12 peralatan rumah tangga yang hemat energi. Sekarang baru 2, lampu lampu swabalast dan AC,” ungkapnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, (31/10/2019).

Ia berharap dengan adanya aturan tersebut, masyarakat dapat tereduksi dengan tidak asal membeli alat rumah yang hanya mengedepankan dari harganya yang murah akan tetapi boros terhadap penggunaan listrik.

Dilansir dari CNBC, Terkait 12 alat rumah yang dilarang, Harianto belum merinci, namun ia mencontohkan alat rumah tangga yang lumrah dipakai oleh rumah tangga.

“Alat yang akan diatur adalah lampu swa ballast, AC, kulkas, motor listrik, blender, setrika, rice cooker, mesin cuci, dan kipas angin,” katanya

Lanjutnya, alat rumah tangga yang beredar dipasaran nantinya harus memenuhi minimum penggunaan energi. nantinya tidak ada lagi alat abal-abal yang harganya murah namun boros energi. Koordinasi akan dilakukan dengan Kementerian Perindustrian.

“Karena ini terkait dengan kluster industrialisasi lokal, kemampuan industri lokal di mana sih, sehingga bisa kita akomodasi. Impor kita batasi yang efisien saja,” terangnya.

Beberapa negara lain sudah membuat aturan semacam ini, sepeti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.”Misalnya lampu hemat energi Rp 25 ribu, kalau abal-abal Rp 10 ribu atau Rp 5 ribu. Tapi masyarakat tidak menyadari kalau itu boros,” paparnya.

Pihaknya mengaku akan fokus mengejar target ini demi mencapai efisiensi energi 17% pada 2025. Menurutnya kontribusi penggunaan listrik rumah tangga selama ini cukup besar.

Editor : Kri