Imigrasi Dabo Singkep : Dari 36 WNA di Lingga 22 Orang Berada di Laut

  • Bagikan
Imigrasi Dabo Singkep
Indra Leksana

KUTIPAN.CO – Sebanyak 36 Warga Negara Asing (WNA) yang berada di Kabupaten Lingga, terdapat 22 orang diantaranya warga negara asing yang bekerja di perairan laut Kabupaten Lingga.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep, Nayaka Duta Harahap melalui Kasi Intelijen dan Penindakan (Inteldak) Keimigrasian, Indra Leksana saat ditemui diruangannya, Rabu (29/09/2021)

“Rinciannya 22 orang WNA Thailand sebagai TKA yang bekerja di laut, lalu ada TKA yang bekerja di darat 6 orang WNA China, dan TKA yang bekerja di penerbangan 2 orang WNA Uruguay dan Afrika Selatan, lalu WNA penyatuan keluarga 4 orang warga negara Kanada, Jerman dan Singapura 2 orang,” ungkap Indra Leksana

Lebih jauh diungkapkan Indra Leksana, adapun rincian 22 warga negara asing yang bekerja di laut sebagai tenaga kerja kru kapal, yakni 2 TKA (tenaga kerja asing) di kapal KIP (kapal isap produksi) Gosyen di laut Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir dan 20 TKA di 3 kapal isap produksi di laut Desa Pekajang, Kecamatan Lingga.

Imigrasi Dabo Singkep
KIP (Kapal Isap Produksi) Gosyen yang berada di perairan laut Desa Kote

“Jadi jumlah TKA di Lingga yang bekerja di laut itu ada 22 orang WNA Thailand. Kapal yang mempekerjakan WNA ada 4 kapal diantaranya ada KIP Timah yang berada di laut Desa Kote dan Desa Pekajang. Kalau yang tidak tetap seperti kapal pasir ada 14 kapal,” beber Indra Leksana

Dikarenakan WNA sebagai tenaga kerja di Kabupaten Lingga lebih banyak yang bekerja sebagai kru di kapal atau laut, Indra mengaku dalam melakukan pengawasan, pihaknya mengalami kendala terkait personel dan sarana prasarana.

“Jadi WNA di Lingga ini banyak bekerja di laut, maka dalam pengawasannya, kami mengalami kendala kekurangan personel dan Sapras (sarana dan prasarana). Dalam melakukan pengawasan dengan mendatangi tempat TKA yang berada di atas kapal, kami harus menyewa pompong (kapal kecil) untuk ketempat tersebut,” ungkapnya

Meski demikian kata Indra, kendala tersebut bukanlah penghalang pihaknya dalam melakukan pengawasan, mengingat dalam pengawasan terhadap orang asing, Imigrasi membentuk Timpora yang merupakan gabungan dari berbagai unsur instansi, meliputi TNI-Polri, perangkat daerah hingga tingkat Kecamatan, Kelurahan dan Desa.

“Keterbatasan dan hambatan itu bukan penghalang bagi kita untuk bekerja dengan maksimal. Ditambah lagi dengan adanya Timpora ini kita bisa bersinergi dan bekerja lebih baik,” ungkap Indra Leksana

Ditambahkan Indra, Timpora merupakan wadah informasi dan komunikasi antar instansi atau lembaga dalam bersama-sama melakukan pengawasan terhadap orang asing.

“Dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing terkait keberadaan serta kegiatannya berdasarkan pengajuan izin keimigrasia kita lakukan secara periodik,” kata Indra


Report : Fikri Wandy Ruslan (Kolaborasi)
Editor : Fikri

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan