Connect with us

Kepri

Hutan Lindung Dijadikan Kavling Perumahan, KLHK Tangkap RM Direktur PT PMB

Published

on

KLHK Tangkap RM Direktur PT PMB

KUTIPAN.CO – Penyidik Gakkum KLHK bersama-sama dengan Korwas PPNS Bareskrim Polri, menangkap RM alias YG (44) Direktur PT PMB di Tanjung Pinang Kepri atas kasus perambahan dan perusakan hutan lindung yang dijadikan kavling perumahan, di kawasan Hutan Lindung Sei Hulu Lanjai dan Tanjung Kasam, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

RMH alias YG saat ini ditahan di Cabang Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jakarta. Penetapan RM sebagai tersangka merupakan pengembangan dari penyidikan yang dilakukan terhadap Zazli Bin Kamel komisaris PT. PMB.

Zazli telah diputuskan bersalah oleh PN Batam dan dijatuhi hukuman pidana penjara 5 tahun 6 bulan dan denda Rp 1 miliar, subsider 3 bulan penjara pada 19 Oktober 2020.

Dalam pengembangan kasus ini Penyidik Gakkum KLHK tidak hanya menyidik pelaku perorangan RM sebagai Direktur dan Zazli sebagai Komisaris PT. PMB, akan tetapi melakukan penyidikan kejahatan korporasi yang dilakukan oleh PT. PMB. Penyidik telah menetapkan PT PMB sebagai tersangka korporasi.

Rasio Ridho Sani selaku Dirjen Gakkum KLHK mengatakan, bahwa KLHK tidak akan berhenti menindak kasus-kasus perusakan lingkungan dan kawasan hutan lainnya. Kasus pidana yang telah dibawa ke pengadilan oleh Gakkum KLHK dalam beberapa tahun ini sekitar 1.081 kasus.

KLHK Tangkap RM Direktur PT PMB

Terkait kasus perambahan dan perusakan lingkungan dan kawasan hutan di Batam, ada beberapa kasus lainnya sedang diproses oleh penyidik KLHK, termasuk kasus kejahatan perusakan lingkungan dan kawasan hutan yang dilakukan oleh PT. KAS dan PT. AMJB

Pelaku kejahatan seperti ini harus dihukum seberat-beratnya agar ada efek jera. Kerugian yang ditimbulkan sangat besar.

Baca :  Polisi Ringkus Empat Pelaku Sindikat Curas di Batam, 1 Pelaku Pernah Dihukum di Hongkong

“Kami mengapresiasi putusan Majelis Hakim PN Batam yang telah menghukum salah satu pelakunya yaitu Sdr. Zazli hukuman penjara 5 Tahun 6 bulan dan denda Rp. 1 Milyar. Serta kami mengapresiasi para Jaksa dari Kejaksaan Agung dan Kajari Batam yang terus mengawal proses persidangan kasus ini. Putusan ini harus menjadi pembelajaran bagi pelaku lainnya,” tegas Rasio Sani, Kamis (6/5/2021).

Rasio Sani menambahkan, bahwa kasus perusakan lingkungan dan kawasan hutan, termasuk menjadi perhatian Komisi IV DPR RI.

KLHK Tangkap RM Direktur PT PMB

Sementara itu, Direktur Penegakan Hukum Pidana, Ditjen Gakkum KLHK, Yazid Nurhuda, di Jakarta, 5 Mei 2021, menjelaskan, Penyidik Ditjen Gakkum KLHK akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lain terkait dugaan telah terjadinya penipuan konsumen yang sudah terlanjur membeli kavling tanah, dengan merujuk Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Yazid menambahkan, bahwa RM alias YG sebagai tersangka perorangan akan dikenakan sangkaan tindak pidana Pasal 98 Ayat 1 Jo. Pasal 116 Ayat 1 Huruf b Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Jo. Pasal 55 dan/atau Pasal 56 KUHP, dengan hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

“Sedangkan PT PMB sebagai tersangka korporasi akan dikenakan Pasal 98 Jo. Pasal 116 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar. Penyidikan untuk perkara korporasi ini masih berlangsung,” pungkasnya.


Reporter : Yuyun
Editor : Fikri

Batam

Puluhan Anak Panti Asuhan di Bengkong Dievakuasi Dinsos

Published

on

Panti Asuhan di Bengkong

KUTIPAN.CO – Puluhan anak yang berada di yayasan panti asuhan CH di Bengkong, Kota Batam di evakuasi oleh Dinas Sosial Kota Batam.

Dari pantauan awak media di lokasi, terlihat beberapa petugas dari tim terpadu Pemerintah Kota Batam melakukan penjemputan terhadap puluhan anak-anak tersebut, serta sejumlah personel Polsek Bengkong hadir untuk melakukan pengamanan di lokasi tersebut.

Diketahui sebelumnya, yayasan tersebut tersandung kasus pencabulan yang mana anak pemilik yayasan diduga melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya sebatas pengamanan.

“Kita berikan pengertian supaya mereka dari pihak Yayasan mengizinkan untuk dibawa anak-anak tersebut untuk dilakukan pemulihan dengan adanya permasalahan yang ada,” kata AKP Bob, Jumat (17/09/2021)

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal melalui Anggota KKP-PMP Leo Halawa mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada Pemerintah Kota Batam sudah mengevakuasi anak-anak dari Yayasan tersebut, karena diduga ada unsur tindak pidana dugaan pelecehan seksual.

“Kita selaku pendamping adik-adik tersebut mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Batam atau tim terpadu yang tergabung telah mengamankan anak-anak dari Yayasan tersebut,” ucap Leo saat diwawancarai awak media, di Batam Center, pada Jum’at (17/9/2021).

Menurut Leo, saat evakuasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Batam sempat terjadi mis komunikasi dan pihaknya sangat menyayangkan hal itu.

“Sekali lagi kami menyayangkan sikap oknum yang terkesan menghalang halangi tindakan daripada persuasif yang dilakukan oleh tim terpadu. Dengan turunnya tim terpadu ke Yayasan CH sudah jelas bahwa ada unsur dugaan yang disalahgunakan oknum tertentu di dalam yayasan tersebut,” kata Leo.

Baca Juga : Oknum Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur

“Dengan turunnya tim terpadu dan mengevakuasi anak-anak itu, seharusnya berterimakasih kepada mereka bukan menghalang-halangi. KKP-PMP akan terus mendukung dan mengawal pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini,” ucap Leo.

Baca :  Kapolda Kepri Tinjau Pelaksanaan Gerai Vaksinasi di Polsek Wilayah Kota Batam

“Sementara untuk kondisi keempat anak korban pencabulan saat ini sudah berada disuatu tempat yang aman dan sekarang mereka menjalani rehabilitas, kita jamin mereka sekolah seperti biasa,” pungkas Leo.

Diberitakan sebelumnya, Seorang oknum calon pendeta berinisial DS (27) sekaligus anak pemilik salah satu yayasan di Bengkong ditangkap polisi usai dilaporkan mencabuli empat orang anak dibawah umur.

Mirisnya, aksi yang dilakukan oleh pelaku DS diketahui sejak bertahun-tahun dan kali ini baru terungkap.

Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal melalui Anggota KKP-PMP Leo Halawa mengatakan, bahwa korban ada 4 orang anak dibawah umur, dimana dua orang diantaranya berusia 17 tahun dan dua nya lagi berusia 15 tahun serta 12 tahun.

Dijelaskan Leo Halawa, puncak kejadian tersebut pada tanggal 23 Agustus 2021 sekira pukul 03.00 WIB, pelaku masuk ke dalam kamar korban melalui jendela.

“Pelaku masuk ke kamar korban lewat jendela dan langsung memegang kemaluan korban hingga korban berteriak. Saat itu juga teman satu kamar terbangun langsung menghidupkan lampu, baru ketahuan bahwa pelakunya adalah oknum calon pendeta,” ucap Leo.

Tak hanya itu, menurut pengakuannya, korban sudah bertahun-tahun menerima dugaan pelecehan seksual atau pencabulan dari pelaku, namun baru terungkap,” ujar Leo Halawa saat diwawancarai awak media, Rabu (8/9/2021) malam

Setelah pihaknya mendapatkan informasi tersebut, Leo Halawa selaku pendamping diberikan mandat oleh Romo Paschal untuk mengurus kepentingan hukum para korban.

“Saat ini pelaku DS sudah diamankan. Kami sangat mengapresiasi kinerja Unit VI Satreskrim Polresta Barelang. Masa depan anak-anak ini perlu sekali dipertimbangkan,” tegas Leo.

Sementara itu, untuk ke empat korban yang masih dibawah umur saat ini sudah diamankan di salah satu tempat untuk menjalani masa pemulihan psikis.

“Kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Tentu, sangat kita sayangkan sekali pelaku merupakan pemuka agama,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Kepri

Operasi “Siaga Segara 21” Pangkoarmada I Pastikan 4 Kapal Perang RI di Laut Natuna Utara

Published

on

Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL

KUTIPAN.CO – Guna mengamankan perairan Laut Natuna Utara, Panglima Komando Armada (pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P menggelar operasi “Siaga Segara 21”, di Laut Natuna Utara, pada Jum’at (17/9/2021).

Dalam konferensi persnya saat mendarat di Bandar udara Ranai, Pangkoarmada I kembali menyinggung tugas TNI AL berdasarkan pada pasal 9 undang-undang no 34 tahun 2004 tentang TNI.

Atas dasar tersebut, TNI AL dalam hal ini Koarmada I melaksanakan tugas mengamankan perairan Laut Natuna Utara, dengan menggelar operasi “Siaga Segara 21”.

Dalam mengamankan Laut Natuna Utara dituntut kehadiran KRI selalu ada 1 X 24 jam, oleh karena itu TNI AL mengerahkan sampai dengan 5 KRI, secara bergantian paling tidak ada 3 atau 4 KRI berada di laut sementara lainnya melaksanakan bekal ulang, sehingga dapat memantau kapal-kapal yang kemungkinan memasuki perairan yurisdiksi Indonesia.

Laksda TNI Arsyad Abdullah mengatakan, selain KRI, Operasi di Laut Natuna Utara juga melibatkan pesawat udara TNI AL untuk melakukan patroli udara maritim secara rutin di wilayah tersebut, seperti yang kita lakukan hari ini.

“Dari hasil patroli udara hari ini, saya meyakinkan bahwa unsur TNI AL dalam hal ini 4 KRI berada di Laut Natuna utara untuk menjaga keamanan laut dan memberikan rasa aman bagi para pengguna laut khususnya nelayan kita,” ungkap Laksda TNI Arsyad Abdullah.

Baca :  Sambut HUT RI ke-76, PKS Kepri Gelar Lomba Baca Teks Proklamasi Mirip Suara Bung Karno 2021

Lebih lanjut Pangkoarmada I mengatakan bahwa selama melakukan patroli udara tadi tidak dijumpai adanya kapal perang ataupun coast guard negara asing, demikian pula dengan kapal ikan asing (KIA).

Ada beberapa kontak yang kita temui selain kapal perang (KRI) kita sendiri adalah kapal nelayan lokal (KII) dan beberapa kapal niaga jenis tangker dan kontainer yang sedang melintas di ZEEI.

“Anda lihat sendiri ada 4 Kapal yang sedang melintas di perairan internasional karena ZEE adalah perairan internasional dimana merupakan hak lintas damai dari negara-negara yang akan melintas di perairan tersebut,” ucapnya kepada awak media yang diajak ikut meliput situasi patroli udara maritim di Laut Natuna Utara.

Terkait video viral, tentang kapal nelayan yang memvideokan keberadaan kapal perang asing, Pangkoarmada I memberikan tanggapan bahwa itu bisa saja terjadi, karena diatas ZEEI tersebut juga ada hak pelayaran internasional atau freedom of navigation, dimana semua negara memiliki hak lintas damai disana.

“Kapal perang yang viral dalam video tersebut mungkin sedang melakukan hak lintas damai atau sedang melintas di Laut Natuna Utara,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Batam

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi Oknum Pengaman Menhub

Published

on

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi
Ajang Nurdin, kontributor Liputan6.com untuk Batam, Kepulauan Riau dicekik dan dorong pada lehernya oleh oknum pengaman Menhub | Foto : Screenshoot

KUTIPAN.CO – Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Batam mengecam aksi intimidasi yang dialami salah satu jurnalis kota Batam yakni Ajang Nurdin yang merupakan kontributor liputan6.com, yang mana Ajang Nurdin mendapat perlakuan kekerasan oleh ajudan Menteri Perhubungan (Menhub) RI.

Aksi intimidasi itu dialami Ajang Nurdin, kontributor Liputan6.com untuk Batam, Kepulauan Riau, saat meliput meliput kunjungan kerja Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, di Rusun BP Batam di Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam, Kamis (16/09/2021)

Berdasarkan siaran pers AJI Batam, kronologis kejadian, saat itu Ajang hendak mewancarai atau melakukan door stop Budi Karya Sumadi usai meninjau Rusun BP Batam. Belum sempat mengajukan pertanyaan, Ajang langsung didorong pada bagian lehernya oleh salah satu ajudan Budi Karya Sumadi.

Setelah itu, petugas lain yang tidak diketahui dari instansi mana memiting sembari menyeret Ajang menjauh dari rombongan Menhub RI tersebut.

“Bro, wawancara nanti di pelabuhan [Pelabuhan Ferry Batam Center],” katanya setelah melepas pitingan.

Menurut pengakuan Ajang, dia tidak mengetahui kalau Budi Karya Sumadi tidak dapat diwawancarai saat itu. Berdasarkan jadwal kunjungan kerja Menhub RI itu di Batam pun, tidak disebutkan sama sekali bahwa door stop dilarang.

Tindakan intimidasi ini jelas merupakan bentuk kekerasan terhadap jurnalis dan mengancam kebebasan pers di Batam dan secara luas di Indonesia.

Baca :  Ingin Punya Motor Untuk Balapan, Anak Dibawah Umur Nekat Curi Motor

“Atas kejadian yang dialami rekan kami, Ajang Nurdin, maka AJI Batam menyatakan sikap. Mengecam intimidasi yang dilakukan secara arogan oleh oknum pengamanan Menteri Perhubungan terhadap Ajang Nurdin kontributor Liputan6.com,” tulis Ketua AJI Batam, Slamet Widodo dalam siaran persnya

Selain itu, AJI Batam juga mengimbau semua pihak untuk menghargai, memahami kerja-kerja jurnalisme dan menghormati kebebasan pers di Batam, dan di seluruh Indonesia secara umum.

AJI Batam mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugasnya jurnalis dilindungi oleh undang-undang. Pasal 18 UU Pers No. 40 tahun 1999 menyatakan, “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.” Penghalang-halangan upaya jurnalis untuk mencari dan mengolah informasi pun, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

“AJI Batam menegaskan jurnalis harus dilindungi dalam melaksanakan tugas peliputan demi mencari kebenaran yang hakiki bagi masyarakat, meskipun mendatangkan kebencian dari pihak tertentu,” katanya

AJI Batam berharap kejadian yang menimpa Ajang Nurdin tidak terulang lagi bagi jurnalis lain di Batam dan di Indonesia di masa mendatang.


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

Continue Reading

Web Stories

Berita Lainnya

Foto Ditjen Aptika, kominfo Foto Ditjen Aptika, kominfo
Digital20 jam ago

Ditjen Aptika Indonesia Cakap Digital Positif Berinternet

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya sumber daya manusia yang bertalenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat...

Panti Asuhan di Bengkong Panti Asuhan di Bengkong
Batam20 jam ago

Puluhan Anak Panti Asuhan di Bengkong Dievakuasi Dinsos

KUTIPAN.CO – Puluhan anak yang berada di yayasan panti asuhan CH di Bengkong, Kota Batam di evakuasi oleh Dinas Sosial...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga1 hari ago

UPDATE Covid-19 Lingga 17 September : 1 Kasus Aktif 1 Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Jumat 17 September 2021, terdapat penambahan kasus aktif, 1 kematian...

Kapal Asing di Laut Natuna Utara Kapal Asing di Laut Natuna Utara
Nasional1 hari ago

Pangkoarmada I : Issue Ribuan Kapal Asing di Laut Natuna Utara Tidak Benar

KUTIPAN.CO – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P melakukan patroli udara, guna memastikan kebenaran...

Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja
Kutipan Berita1 hari ago

Ingin Punya Motor Untuk Balapan, Anak Dibawah Umur Nekat Curi Motor

KUTIPAN.CO – Lantaran ingin punya motor sendiri untuk dipakai balapan, YB (16) anak dibawah umur nekat mencuri motor di Jalan...

Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL
Kepri2 hari ago

Operasi “Siaga Segara 21” Pangkoarmada I Pastikan 4 Kapal Perang RI di Laut Natuna Utara

KUTIPAN.CO – Guna mengamankan perairan Laut Natuna Utara, Panglima Komando Armada (pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P...

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi
Nasional2 hari ago

Kemenhub RI Minta Maaf Atas Intimidasi Wartawan di Batam

KUTIPAN.CO – Kementerian Perhubungan melalui juru bicaranya menyampaikan permohonan maaf atas insiden kesalahpahaman dalam penanganan keamanan yang terjadi pada salah...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga2 hari ago

UPDATE Covid-19 Lingga 16 September : Nihil Penambahan Kasus Aktif dan 1 Kasus Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Kamis 16 September 2021, nihil penambahan kasus aktif, 1 kasus...

Populer Sepekan

Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur Bupati Lingga Minta Kabag di Setda Lingga Segera Beradaptasi Polsek Nongsa Tangkap Pelaku Pencurian Rokok Milik PT. Sinar Mitra Usaha Komunitas Sastra Dilaut dan RD Paschal Gelar Lomba Video Kreatif Gurindam 12