Hasil PPPK Guru : Kadisdikpora Lingga Harap Kemdikbudristik Pertimbangkan Pengabdian

  • Bagikan
Kadisdikpora Lingga

KUTIPAN.CO – Sebagian besar guru honorer di Kabupaten Lingga yang mengikuti uji kompetensi PPPK (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Dikti (Kemdikbudristek) mengeluh karena hasil yang dicapai tidak sesuai dengan bobot nilai ambang batas.

Atas capaian dan keluhan sejumlah guru honorer yang belum lama ini telah mengikuti uji kompetensi PPPK itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam berharap pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Dikti dapat mempertimbangkan seleksi kompetensi PPPK dengan pertimbangan pengabdian para guru honorer tersebut.

“Kementerian Pendidikan tentunya dapat mempertimbangkan seleksi kompetensi PPPK ini. Memang satu sisi menguji kompetensi guru dari segala aspek paedagogik, sosial, kepribadian hingga profesional. Namun, paradigma yang lebih utama adalah pertimbangan pengabdian mereka,” kata Junaidi, Kamis (16/09/2021)

Belajar Tatap Muka di Daik dan Nerekeh Dihentikan
Junaidi Adjam, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lingga | Foto : Dok. Kutipan

Sambung Junaidi, tidak saja fokus umur diatas 35 tahun juga masa kerja, tempat mereka mengabdi, kehidupan sosial ekonomi dan eksistensi serta komitmen mereka yang begitu besar untuk dapat memberi sumbangsih terhadap bangsa hingga mereka mampu bertahan walau dengan penghasilan di bawah standar kehidupan.

“Semoga ini menjadi pertimbangan. Kebijakan mengangkat guru honor menjadi PPPK sangat diharapkan bagi guru-guru honor yang sudah mengabdi di daerah khususnya Kabupaten Lingga untuk dapat memperoleh predikat sebagai guru PPPK,” ujar Junaidi

Lebih jauh dikatakan Junaidi, sebagian besar guru honorer yang mengeluh atas capaian yang tidak memuaskan dikarenakan bobot nilai ambang batas itu pada bidang teknis, meski demikian kata Junaidi disisi lain pada nilai manajemen, sosial kultural dan wawancara masih memberikan harapan untuk dapat lolos menjadi guru PPPK.

Ditambahkan Junaidi, kebijakan pengangkatan guru honorer menjadi PPPK sangat diharapkan oleh para guru honorer tersebut mengingat sebagian besar guru-guru tersebut telah mengabdi lebih dari 10 tahun dengan bertempat tugas di daerah-daerah terpencil.

“Bahkan sangat terpencil dipelosok negeri yang jauh dari jangkauan keramaian, aksesbilitas, jaringan telekomunikasi, listrik, transportasi dan lain sebagainya. Mereka adalah pahlawan yang patut untuk diperjuangkan hak-haknya sebagai manusia dan juga sebagai orang yang telah mencerdaskan anak-anak bangsa,” kata Junaidi

Untuk diketahui, jumlah peserta uji kompetensi PPPK (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja) jabatan fungsional Guru PPPK tahun 2021 di Kabupaten Lingga diikuti sebanyak 405 peserta, namun pada pelaksanaan uji kompetensi yang dilaksanakan belum lama ini bertempat di SMA Negeri 2 Singkep dari jumlah 405 peserta itu terdapat 7 orang yang dinyatakan gugur dengan rincian, 4 orang sakit, 1 orang meninggal dunia dan 1 orang musibah.


Laporan : Pandi
Editor : Fikri

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan