Gelar Rapim Pertama, Gatra Grup Indonesia Persiapkan Strategi di Tahun 2022

  • Bagikan
Gatra Grup Indonesia

KUTIPAN.CO – Persiapan tahun 2022, Garuda Trans Asia (Gatra) Group Indonesia (GGI) menggelar rapat pimpinan (Rapim), bertempat di Swiss Bell Hotel Harbourbay Batam, pada Senin (20/12/2021).

Chief Executive Officer (CEO) Gatra Group Indonesia, Ilwandi mengatakan, rapat pimpinan (Rapim) yang digelar hari ini merupakan pertama kalinya.

“Ini merupakan Rapim yang digelar pertama kali dimana dihadiri seluruh jajaran Direksi anak perusahaan GGI. Selain Rapim GGI juga melaksanakan ajang bersilaturahmi,” ujar Ilwandi didampingi oleh Direktur Utama PT Garuda Tijaroh Industri, Ya’thi Syahri.

Saat ini ada 15 anak-anak perusahaan yang berada di Kota Batam yang tergabung dalam GGI.

“Jadi, rapim ini kita laksanakan juga untuk mempersiapkan strategi untuk tahun 2022 dari ke 15 perusahaan tersebut. Persiapan dari setiap perusahaan itu gimana?, untuk strategi bisnisnya nanti seperti apa?,” ucap Ilwandi.

Dijelaskan Ilwandi, kita telah melakukan pembahasan tentang kondisi keuangan dan anggaran di setiap perusahaan saat ini.

Tidak hanya itu, untuk legalitas seluruh unit bisnis untuk tahun 2022 juga kita bahas bersama.

“Kita juga membahas tentang keuangan dan anggaran serta kegiatan usaha unit bisnis tiap-tiap perusahaan. Jika ada perusahaan yang minim keuangan dan butuh support nanti akan kita review dan bantu,” jelas Ilwandi.

Sementara itu, di tempat yang sama Direktur Utama PT Garuda Tijaroh Industri, Ya’thi Syahri menjelaskan, PT Garuda Trans Asia ini berdiri pada tahun 2019 yang lalu dan diinisiasi pembentukan GGI pada tahun 2021.

“Di tahun 2021, GGI memiliki 15 anak perusahaan. Ditahun-tahun berikutnya GGI juga akan membangun sekitar 150 perusahaan lagi. Yang mana saat ini kita memiliki atau meng cover perusahaan dari kemaritiman atau memiliki perusahaan dari perairan sampai darat,” ucap Ya’thi.

Adapun 15 anak perusahaan dari Gatra Group Indonesia yaitu, PT Garuda Sumber Karya, PT Cova Nova, PT Covanova Trans Service, PT Graruda Trans Service, PT Garuda Trans Cargo, PT Domo Karya Mandiri, PT Garuda Electrical Power, PT Garuda Trans Asia, PT Soki Marina Sejahtera, PT Garuda Multi Organizare, PT Garuda Tijaroh Industri, PT Garuda Interior Solutions, PT Garuda Prima Protection (Gappro), Gatra Pest Solution, PT Barelang Indah perkasa, dan PT Gatra Multi Transport.

Dijelaskannya, ada tiga point yang kita bahas hari ini, yang pertama yaitu konsolidasi. Karena ini memang pertama kalinya kita lakukan Rapim dan juga akan kita laksanakan secara rutin setiap tahun.

“Jadi, konsolidasi ini kita lakukan untuk menyatukan setiap visi dan misi di masing-masing perusahaan dengan bidang yang berbeda-beda,” jelasnya.

Ya’thi menambahkan, kegiatan kita yang pertama yakni mereview histori, menyatukan visi dan misi serta mempersiapkan peningkatan Gatra Group Indonesia pada tahun 2022.

“Yang artinya, kita ingin di tahun 2022 nanti kita mempunyai target yang jelas. Minimal di daerah Kepri kita mengkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi dan pembangunan,” tambah Ya’thi.

Lanjutnya, Gatra Group Indonesia ini bergerak di bidang pelayaran namun tidak untuk kemungkinan Gatra juga bergerak di bidang kontraktor, industri pabrik, produk makanan, dan produk lainnya juga akan kita kembangkan.

“Awalnya Gatra Group Indonesia ini bergerak di bidang bisnis jasa pelayanan dan selanjutnya bergerak di bidang bisnis produk atau barang, yang mana market sharenya export oriented dalam arti kita memaksimalkan fasilitas FTZ yang ada di Batam,” jelasnya.

Sebelum jangkauan kita sampai ke nasional, kita akan kembangkan terlebih dahulu yang di lokal. Tidak menutup kemungkinan, sebelum menuju nasional kita berharap bisa langsung menjangkau internasional.

“Dengan cara tadi, yaitu dari fasilitas FTZ kita maksimalkan untuk export oriented. Kita sudah lakukan mapping untuk tujuan ekspor ke 12 sampai 15 negara,” kata Ya’thi.

“Kita akan coba realisasikan. Kita tidak sedang bermimpi tetapi kita akan terus dan selalu berusaha. Lima tahun ke depan sesuai dengan goal coporate kami minimal Top-5 perusahaan kita bisa go publik ke Bursa Efek Indonesia,” tambah Ya’thi.

“Kita berharap kedepannya GGI bisa membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya karena Gatra Group Indonesia akan membuka sekitar 150 anak perusahaan,” pungkasnya.

Yuyun

  • Bagikan