
KUTIPAN – Pemerintah Kelurahan Sungai Lumpur menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di ruang Kantor Lurah Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Kamis (15/1/2026), pagi.
Musyawarah ini dipimpin langsung oleh Lurah Sungai Lumpur, Raja Roni Wahyudin, dan dihadiri oleh jajaran perangkat kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta para Ketua RW.
Lurah Sungai Lumpur, Raja Roni Wahyudin menyampaikan, bahwa musyawarah ini merupakan wadah krusial untuk menampung aspirasi masyarakat yang telah didiskusikan bersama para perangkat kelurahan dan Ketua RW.
Raja Roni menjelaskan, prioritas pembangunan fisik dan Infrastruktur berdasarkan hasil musyawarah, Kelurahan Sungai Lumpur menetapkan sejumlah usulan prioritas pembangunan fisik yang akan diajukan untuk tahun 2027.
”Berdasarkan musyawarah kita, didapatkan beberapa usulan yang menjadi prioritas pembangunan fisik. Di antaranya adalah pembangunan gedung serbaguna, revitalisasi jalan setapak, penerangan jalan menuju akses Kantor Kelurahan Sungai Lumpur, serta pengerasan jalan atau pengaspalan,” kata Raja Roni saat ditemui usai kegiatan.
Raja Roni mengungkapkan, selain pembangunan fisik, isu kesehatan masyarakat khususnya terkait penanganan stunting juga menjadi sorotan dalam Musrenbang ini. Hal ini menindaklanjuti arahan dan surat dari pihak Kecamatan agar setiap kelurahan memasukkan penanganan stunting ke dalam lima usulan prioritas tahun 2027.
”Salah satu prioritas utama kita adalah usulan terkait stunting. Kita fokus pada intervensi gizi sensitif, khususnya peningkatan akses pangan bergizi untuk mencegah stunting,” terang Raja Roni.
Raja Roni merinci bentuk kegiatan yang akan diusulkan, meliputi Sosialisasi pencegahan Stunting.
Pemberian Makanan Tambahan bagi balita. Edukasi dan sosialisasi kepada ibu hamil. Pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.
Raja Roni mengajak para Ketua RW dan masyarakat untuk tidak bosan melakukan pembaruan (update) data dan menyampaikan usulan. Ia mengakui adanya keterbatasan keuangan daerah saat ini, namun optimis situasi akan membaik.
”Terkait ketersediaan anggaran, kita memahami kondisi keuangan pemerintah saat ini. Namun, mudah-mudahan di tahun 2027 kondisi sudah kembali normal, sehingga usulan-usulan prioritas kita bisa terealisasi sepenuhnya,” harap Raja Roni.
Raja Roni mengimbau masyarakat agar tidak segan memberikan masukan kepada pemerintah kelurahan mengenai program yang belum terlaksana. Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus menggalakkan budaya gotong royong di setiap RW demi terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman bagi semua.
”Kita sama-sama ingin memberikan yang terbaik demi kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan drainase, serta pemberdayaan masyarakat yang sudah terlaksana, harus tetap kita jaga,” tutup Raja Roni.





