Filemon Halawa Laporkan UPT Pengawas Disnaker Kepri dan Gubernur Kepri ke Ombudsman RI

WhatsApp Image at
Kuasa Hukum Filemon Halawa and Partners melaporkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan UPT Pengawas Disnaker Kepri ke Ombudsman RI

Adanya dugaan maladministrasi terhadap kliennya Nurhayati Zebua yang dipecat secara sepihak oleh PT. Ghim Lhi Indonesia, Kuasa Hukum Filemon Halawa and Partners melaporkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan UPT Pengawas Disnaker Kepri ke Ombudsman RI.

Harris Resort Batam

Hal itu dilakukan, sebagai tindak lanjut permasalahan yang dihadapi kliennya Nurhayati Zebua seorang karyawan PT Ghim Lhi Indonesia yang dipecat secara sepihak oleh perusahaan pasca kecelakaan lalulintas menimpa dirinya.

“Terkait permasalahan yang menimpa saudara kami Nurhayati Zebua, terkesan dipermain-mainkan oleh UPT Pengawasan Disnaker Kepri. Yang anehnya, kita sudah serahkan seluruh berkas ke mereka malah pada saat pertemuan kedua itu, pihak UPT mempertanyakan kepada kami apa kira-kira yang diminta oleh klien saya,” ujar Filemon Halawa akrab disapa Leo, dibilangan Batam Center, pada Senin (14/3/2022).

Sebelumnya, pada tanggal 15 November 2021 melalui Kuasa Hukum Filemon Halawa membuat pengaduan hak normatif ketenagakerjaan (upah selama sakit tidak dibayar) ke UPT Pengawasan Disnaker Kepri.

“Pengaduan ditanggapi, sehingga pada tanggal 25 November 2021 dijadwalkan pertemuan di kantor UPT Pengawasan Disnaker Kepri. Namun, saat kita hendak pergi ke kantor di jalan kami terjebak macet karena ada aksi demo buruh pada saat itu,” ujar Leo.

Setelah hampir 2 jam terjebak macet, Filemon Halawa bersama kliennya mencoba kembali mendatangi kantor UPT Pengawasan Disnaker Kepri dan mempertanyakan apakah masih bisa dilanjutkan pemeriksaan aduan yang telah disampaikan tersebut.

“Hanya saja, karena sudah lewat jam 10 pagi sesuai jadwal maka yang bersangkutan telah tidak berada lagi di kantor sehingga kami dijanjikan kembali akan dipanggil kembali yang kedua,” jelasnya.