Lingga – Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya menggelar penyuluhan hukum perlindungan karya seni sebagai objek pemajuan kebudayaan yang dilaksanakan di Kelurahan Daik Lingga, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga.

Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Dr. Annalisa mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi bidang pengabdian masyarakat.

“Tujuan kita adalah untuk memberikan penyuluhan hukum perlindungan karya seni sebagai objek pemajuan kebudayaan. Konsen kita melestarikan budaya, menginventarisir budaya, mendaftarkan hak cipta,” ujar Annalisa belum lama ini.

Menurut Annalisa, jangan sampai produk yang dihasilkan di Daik teranganggurkan begitu saja. Dan takunya ada yang mengkalim bahwa barang tersebut milik mereka. Lalu invetarisir semua karya yang ada kemudian chek di Kemenkumham jika belum segara daftarkan.

“Jangan sampai, kita mengira sudah didaftarkan ternyata belum. Maka diharapkan dapat berkoordinasi dengan Pemda. Boleh didaftarkan sebagai milik masyarakat, bisa juga mendaftarkan hak cipta milik sendiri,” kata Annalisa

“Untuk hak cipta itu masa kepemilikannya 50 tahun. Jadi, kalau ada yang mau menggunakan dipersilahkan, tentu ada nilai ekonomisnya. Tergantung kesepakatan para pihak lagi berapa nilai ekonomisnya,” tambahnya.

Pihaknya berencana kedepan akan mengadakan pameran agar karya seni yang ada di Kabupaten Lingga ini tidak mati. Pasalnya semakin lama perhatian terhadap karya seni semakin menurun.

“Maka perlu kita sikapi bersama. Kalau memang pengrajin perlu modal untuk membuat diharapkan pemerintah daerah bisa membantu disiapkan agar budaya ini tetap berkembang dan tidak mati,” tutup dia.

Penulis : IKI
Editor : Agedas