KUTIPAN.CO
Klik News Nasional

Ekonomi Terjangkit Corona, Cicilan Kredit di Bank Bisa Diperpanjang

KUTIPAN.CO – PT Bank Mandiri Tbk mengeluarkan kebijakan khusus berupa relaksasi dalam pembayaran angsuran maupun perpanjangan jangka waktu pinjaman bagi pelaku UMKM yang terdampak virus Corona.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengungkapkan relaksasi ini termasuk penyesuaian suku bunga.

“Penerapan kebijakan ini akan dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian bank dan mengacu pada kebijakan OJK mengenai Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona,” kata Hery dalam siaran pers Kamis (26/3/2020).

Dia mengungkapkan portofolio kredit UMKM Bank Mandiri sebesar Rp 103 triliun pada Februari 2020 tumbuh 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hery mengungkapkan, beberapa solusi yang disiapkan untuk eksisting debitur antara lain, menyiapkan relaksasi proses restrukturisasi kredit, salah satunya dengan melakukan restrukturisasi lebih awal kepada debitur yang membutuhkan. Kemudian, mempermudah perpanjangan masa laku fasilitas kredit dengan pemberian keringanan biaya provisi dan administrasi.

Dia mengatakan, UMKM saat ini merupakan sektor utama yang akan didorong sebagai motor pertumbuhan dana dan kredit Bank Mandiri dalam lima tahun ke depan.

Komitmen itu, lanjut Hery, terlihat dari kebijakan Bank Mandiri untuk terus melakukan perbaikan proses kredit dan tools untuk pemrosesan kredit agar lebih cepat dan lebih mudah, serta melakukan penguatan kompetensi SDM, salah satunya melalui mekanisme profiling.

Untuk kemudahan proses, pemberian kredit baru maupun tambahan atas fasilitas kredit UMKM saat ini dapat menggunakan sarana elektronik. Selain itu, penambahan fasilitas kredit sampai dengan 20% akan dipermudah dan tanpa menambah agunan untuk debitur UMKM yang selama ini menunjukkan komitmen yang baik, terutama untuk debitur segmen mikro. 

“Kami juga memanfaatkan competitive advantage Bank Mandiri pada segmen wholesale, dimana kami memberikan layanan khusus bagi debitur UMKM yang menjadi value chain nasabah wholesale. Benefit dari value chain tersebut antara lain suku bunga yg lebih ringan, keringanan dalam penyediaan agunan fixed asset, dan proses yang lebih mudah,” kata dia.

Kebijakan lain adalah melalui upaya untuk lebih mendekatkan pelayanan UMKM dengan menjadikan area dan kantor cabang menjadi kepanjangan tangan dalam pemrosesan kredit serta menciptakan Pusat Layanan UKM atau SME Solution Center di cluster atau kawasan yang potensial.

Sebanyak 2800 cabang Bank Mandiri juga telah disiapkan dengan SDM dan Infrastruktur berbasis teknologi terkini untuk melayani kebutuhan pengelolaan dana, transaksi perbankan dan kebutuhan kredit dari nasabah UMKM.

Berbagai pendekatan tersebut, lanjut Hery, akan dieksekusi secara bertahap dan dikombinasikan dengan strategi jemput bola melalui pelaksanaan event-event tertentu yang melibatkan pelaku UMKM.

Editor : Ramadhan
Sumber : detikFinance