fbpx
Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Lingga

Dua Kali Mangkir Panggilan, Mantan Kades di Lingga Ditangkap di Bintan

Pemerintah Kabupaten Lingga DPRD Kabupaten Lingga TNI POLRI Solid dan Netral Sektor Unggulan Pemkab Lingga
mantan kades di lingga
Tersangka BK digiring Satreskrim Polres Lingga

KUTIPAN.CO – Tidak kooperatif dan tidak memenuhi dua kali panggilan penyidik Polres Lingga mantan Kades Penuba Timur berinisial BK (43) ditangkap Satreskrim Polres Lingga saat berada di Kabupaten Bintan.

Kapolres Lingga AKBP Arief Robby Rachman melalui Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Adi Kuasa Tarigan mengatakan, pengungkapan kasus korupsi dana desa Penuba Timur tahun anggaran 2015 – 2018 itu berdasarkan adanya Laporan Polisi Nomor : LP-A/18/XI/2020/SPKT- Res Lingga, tanggal 11 November 2020, Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sp.Dik/18/XI/2020/Reskrim, tanggal 11 November 2020, Surat Penetapan Tersangka Nomor : S.Tap/03/XI/2020/Reskrim, tanggal 17 November 2020.

“BK ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi nana desa Penuba Timur, dimana pada tahun anggaran 2018 Desa Penuba Timur mendapatkan alokasi Dana Desa (droping APBN) sejumlah Rp720.474.500, yang mana saat itu BK menjabat sebagai Kades telah mengunakan Dana Desa tahap satu dan dua sejumlah Rp432.284.700,” ungkap AKP Adi Kuasa Tarigan, Kamis (19/11/2020)

Lebih lanjut dikatakan AKP Adi Kuasa Tarigan, pihak Inspektorat juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pengunaan Dana Desa tersebut dan menyimpulkan adanya kerugian negara sebesar Rp317.738.045. Kepada penyidik Polres Lingga tersangka BK juga mengakui perbuatan korupsinya.

Baca Juga :   Pemuda di Karimun Cabuli Anak Usia 9 Tahun

“Tersangka BK mengakui telah melakukan perbuatan korupsi terhadap Dana Desa Penuba Timur dan dipergunakan untuk kepentingan pribadinya,” ungkap AKP Adi Kuasa

Atas perbuatannya Tersangka BK dikenai ketentuan pidana dalam pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pindan Korupsi Sebagaimana Telah Dirubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara serta denda maksimal Rp 1 miliar.


Editor : Fikri

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement