
KUTIPAN – Pemerintah Kabupaten Lingga menyalurkan 30 bibit kelapa kepada masyarakat Dusun Dapur Arang, Desa Kelumu, Jumat (20/02/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Lingga, Ir. H. Novrizal, sebagai bentuk kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga.
Program ini merujuk pada implementasi kerja TP PKK, khususnya Pokja III yang berfokus pada ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan, serta Pokja IV yang berkaitan dengan pencegahan dan penurunan stunting melalui pemenuhan gizi keluarga.
Kelapa dipilih sebagai komoditas berbasis pangan lokal yang memiliki nilai manfaat jangka panjang. Selain dapat dikonsumsi langsung, kelapa juga menjadi bahan baku santan yang memiliki kandungan nutrisi dan digunakan secara luas dalam konsumsi rumah tangga.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lingga menyebut bantuan tersebut sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat.
“Bibit kelapa ini merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Diperkirakan dalam kurun waktu lima tahun ke depan sudah dapat dimanfaatkan, baik buahnya untuk konsumsi langsung maupun diolah menjadi santan dan produk turunan lainnya yang bermanfaat bagi pemenuhan gizi keluarga,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa program tidak hanya berorientasi pada bantuan sesaat, tetapi diarahkan pada keberlanjutan hasil produksi dan kemandirian pangan rumah tangga.
Kepala Desa Kelumu, Ismet, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah tersebut akan berdampak pada ketahanan pangan masyarakat di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati Lingga beserta rombongan yang telah hadir secara langsung dan memberikan bantuan bibit kelapa kepada masyarakat Desa Kelumu. Bantuan ini tentunya sangat bermanfaat dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat ke depan,” ungkapnya.
Kegiatan penyerahan dilanjutkan dengan penanaman simbolis oleh Wakil Bupati Lingga yang turut didampingi istri yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga, Anggota DPRD Kabupaten Lingga Yanuar, Sekretaris TP PKK Kabupaten Lingga, serta jajaran TP PKK lainnya.
Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga menjadi salah satu pendekatan yang terus didorong pemerintah daerah. Model ini dinilai efektif karena menggabungkan aspek produksi, konsumsi, dan keberlanjutan dalam satu ekosistem rumah tangga.
Kelapa sebagai komoditas tahunan menawarkan nilai ekonomi sekaligus manfaat nutrisi. Dalam jangka menengah, hasil panen dapat digunakan untuk konsumsi sendiri atau diolah menjadi produk turunan yang menunjang kebutuhan gizi keluarga.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TP PKK, dan perangkat desa, Pemkab Lingga berharap intervensi berbasis pangan lokal dapat berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lingga.
Program ini juga menegaskan pendekatan pembangunan berbasis desa dengan memaksimalkan potensi lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.




