Divonis 3 Tahun Penjara Dokter Cabul di Batam Pikir-pikir

  • Bagikan
Divonis 3 Tahun Penjara Dokter Cabul di Batam Pikir-pikir

KUTIPAN.CO – Oknum dokter umum yakni berinisial D yang merupakan doker umum yang membuka praktik di salah satu klinik di wilayah Batam Kota di vonis 3 tahun penjara.

Ia di vonis dengan 3 tahun penjara oleh hakim terkait kasus pencabulan terhadap pasiennya berinisial VS beberapa waktu lalu di ruang praktiknya. Hukuman itu diketahui jauh lebih berat daru tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan 14 bulan atau 1 tahun 2 bulan penjara.

Vonis hukuman itu dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Nanang didampingi hakim anggota Dwi Nuramanu dan David Sitorus melalui sidang terbuka untuk umum yang berlangsung virtual, Kamis (02/09/2021)

Sementara terdakwa mendengarkan putusan dari Rutan Kelas II A Batam. Dalam amar putusan dijelaskan, perbuatan terdakwa memenuhi unsur pencabulan. Hal itu disimpulkan dari fakta-fakta persidangan, mulai dari keterangan saksi hingga ahli.

“Telah membaca tuntutan dari jaksa penuntut umum dan mendengarkan pembelaan terdakwa,” kata Nanang menjelaskan isi putusan dari Pengadilan Negeri Batam.

“Sebelum menjatuhkan hukuman, majelis hakim juga mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan,” sambung Nanang

Hal yang memberatkan terdakwa berprofesi sebagai dokter, terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan berbeli-belit. Sementara hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum.

Saat mendengarkan vonis yang dijatuhkan hakim, dan diberikan kesempatan oleh hakim untuk memberikan tanggapan terhadap vonis yang diberikan, terdakwa meminta untuk waktu untuk berfikir.

“Saya pikir-pikir pak,” ujar terdakwa

Diketahui, dokter umum berinisial D tersebut diduga melakukan tindak pidana pencabulan pada seorang wanita yang merupakan pasiennya ketika melakukan diagnosa penyakit organ intimnya di ruang praktiknya, atas perbuatan itu korban melaporkan perbuatan tidak senonoh dokter tersebut ke polisi.

Diberitakan kutipan.co sebelumnya, kejadian berawal pada hari Senin (12/4/2021) sekira pukul 21.20 WIB, korban bersama pacarnya mendatangi Klinik Kimia Farma KDA untuk konsultasi dan berobat penyakit di organ kewanitaannya.

Kemudian sekira pukul 23.10 WIB korban baru dipanggil untuk melakukan tindakan/pemeriksaan medis oleh pelaku.

Saat dilakukan pemeriksaan korban merekam apa yang dilakukan pelaku dan karena korban tidak berani melihat langsung serta adanya kekhawatiran kemudian ia mengirim pesan ke Whatsapp pacarnya yang sedang menunggu di ruang tunggu untuk mengetuk dan mendobrak pintu ruang tersebut.

Selanjutnya korban pulang bersama pacarnya, dan ketika berada di parkiran, korban melihat rekaman video di Handphone nya. Ternyata pelaku menggunakan alat berbentuk karet bergerigi serta mengeluarkan alat kelaminnya.


Source : Batam Pos
Penulis : Kiky
Editor : FIkri

  • Bagikan