Dinkes Lingga dan Puskesmas Dabo Lama Gelar Sosialisasi di Kelurahan Sungai Lumpur

  • Bagikan
Foto Dinkes Lingga, lurah sungai lumpur, Puskesmas Dabo Lama

KUTIPAN.CO – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Lingga bekerjasama dengan Pukesmas Dabo Lama menggelar sosalisasi tentang penting Posyandu bagi keluarga di Gedung Madrasah, Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Jumat (29/10/2021).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber yakni, Asmayanti SST, Staf Kesga dan Gizi di Dinkes-PPKB dan drg Siti Nafiah, dari Puskesmas Dabo Lama.

Foto Dinkes Lingga, lurah sungai lumpur, Puskesmas Dabo Lama
Narasumber kegiatan sosialisasi dari Dinkes-PPKB dan Puskesmas Dabo Lama

“Kita bantu untuk menunjang kesehatan dasar dilingkungan sendiri atau wilayah kita. untuk memberikan kesehatan ini harus memiliki semangat pengabdian, karena disini kita tidak memiliki insentif apa lagi gaji, jadi semangat pengabdian itu sangat diperlukan,” kata Ima Yani mewakili Camat Singkep membuka kegiatan sosialisasi, Kasi Ekbang Kecamatan Singkep, Ima Yani

Foto Dinkes Lingga, lurah sungai lumpur, Puskesmas Dabo Lama
Sosialisasi Dinkes-PPKB dan Puskesmas Dabo Lama di Kelurahan Sungai Lumpur

Sementara itu, Lurah Sungai Lumpur, Raja Roni Wahyudin menyampaikan, kegiatan ini bahwa Posyandu ini merupakan tanggungjawab bersama, jadi bukan hanya tanggungjawab Dinkes, Puskesmas, Lurah, RT/RW, maka dari itu peran Posyandu itu sangat penting di masyarakat.

Kemarin, lanjut Raja Roni, kelurahan sudah melaksanakan kegiatan penyegaran kader posyandu, lalu hari ini mensosialisasikan peran penting dari posyandu yang ada di wilayah kerjanya, jadi dengan adanya posyandu ini Lurah Sungai Lumpur berharap, stakeholder yang ada di Kelurahan Sungai Lumpur harus berperan aktif, untuk membantu posyandu termasuk RT/RW.

“Bagaimana posyandu kita agar bisa berkembang dan apa yang menjadi kendala di posyandu, bagi warga dan RT/RW yang berada diwilayah tersebut wajib mengetahuinya,” terangnya.

Sementara itu, Staf Kesga dan Gizi di Dinkes-PPKB, Asmayanti SST mengatakan, posyandu itu sendiri ada beberapa tingkat, seperti Pratama yang melibatkan sejumlah kader dan 5 meja, tapi kalau di tingkat madya, pembiyaannya masih bergantung dari satu sumber.

Dikatakan, jadi cita-cita semua posyandu itu adalah mandiri, karena konsep dari posyandu ini adalah kegiatan-kegiatan kesehatan yang berbasis masyarakat, jadi semuanya itu harus bisa dari dan untuk masyarakat, tapi selama ini banyak yang salah persepsi, bahwa posyandu itu milik kesehatan, dana operasionalnya dari kesehatan, orangnya dari kesehatan dan yang menjalankannya juga kesehatan.

“Sebenarnya konsep dari posyandu tidak seperti itu, tapi dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, drg Siti Nafiah, dari Puskesmas Dabo Lama menuturkan, dari pembinaan terhadap 13 posyandu di Singkep yang telah dilakukan, rata-rata belum ada yang mencapai mandiri, hal ini karena masih di suport oleh dana, kalau di desa dananya dari desa, tapi kalau di kelurahan dana sangat minim sekali, hanya untuk membeli makanan tambahan.

Sehingga, tambah Siti Nafiah, posyandu belum bisa berkreatifitas, yang mana sebenarnya sangat memerlukan pengembangan dan inovasi-inovasi, yang memang diperlukan untuk posyandu moderen, posyandu dulu dan sekarang karena tuntutan sudah beda konsepnya, jadi posyandu itu bukan hanya sekedar untuk Timbang Balita, Imunisasi dan KB, tapi posyandu ini bagaimana bisa bayi tumbuh sehat, pintar dan cerdas.

“Untuk kader kesehatan tetap semangat terus, karena kegiatan posyandu ini perlu dan membutuhkan kader-kader kesehatan yang iklas dan bekerja secara sukarela, ini sebenarnya adalah salah satu jalan agar masyarakat lebih tau, cerdas, mandiri dan siaga menghadapi penyakit-penyakit yang sekarang ini terjadi, contohnya dengan mengaktifkan program- pprogram posyandu, untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi serta mengaktifkan kegiatan-kegitan di posyandu,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan