KUTIPAN.CO
Openrace Karimun Tamiya (Foto : A.B.B)
Klik News Regional

Digempur Berbagai Game Digital, Mainan Era 90-an, Mobil Tamiya, Tetap Eksis Di Karimun

KUTIPAN.CO – Seolah tidak lekang di makan zaman, mobil mini 4WD atau yang biasa di sebut Tamiya hingga saat ini masih memiliki banyak penggemar. Mainan Era 90-an tersebut masih Eksis, meskipun sudah digempur oleh berbagai game digital masa kini.

Biasa di gelar dalam bentuk balapan, kompetisi Tamiya seolah menjadi ajang unjuk gigi bagi para pemainnya. Bukan hanya dari kalangan anak-anak, Tamiya juga di gemari para pemuda hingga orang tua.

Selain untuk menyalurkan hobi, balapan Tamiya juga bisa menguntungkan dan menghasilkan uang bagi para pemain. Pasalnya, nominal hadiah yang ditawarkan dalam setiap kompetisi cukup menggiurkan.

Seperti dalam Kompetisi Openrace Karimun Tamiya ST050 yang di gelar oleh komunitas Ngebut Benjut di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun pada Sabtu (22/2/2020) siang. Hadiah yang di tawarkan tidak tanggung-tanggung dengan total hingga Rp.10 juta.

Panitia Openrace Karimun Tamiya ST050 Robert mengatakan, kompetisi tersebut di ikuti sebanyak 40 tim. Bukan hanya dari Kabupaten Karimun, para pemain Tamiya asal Negara Singapura dan Johor Malaysia juga ikut meramaikan perlombaan.

“Ini jumlah yang ikut lomba ada 40 tim, pemain dari singapura dan malaysia juga ada yg datang dan ikut lomba,” ujar Robert.

Seiring berjalannya waktu, beberapa perubahan terlihat dalam perlombaan Tamiya, salah satunya yakni sirkuit balapan. Sirkuit yang dahulu dibuat permanen menggunakan bahan semen, kini telah berubah menggunakan bahan plastik dan dapat di bongkar pasang dengan berbagai bentuk.

“Zaman ke zaman banyak perubahan mas, sekarang gampang di pindah-pindah karena bahan sirkuitnya terbuat dari plastik. Kalau dulu kan susah mau menggelar kompetisi karena sirkuitnya permanen dibuat pakai bahan semen, khusus untuk kompetisi ini sirkuitnya kita buat sepanjang 34 meter,” ujar Robert kepada Wartawan Kutipan.co.

Sementara salah seorang peserta lomba asal Negara Malaysia Hadi (30) mengaku senang dapat mengikuti kompetisi balapan Tamiya di Kabupaten Karimun, bukan semata-mata mencari uang, kedatangannya tersebut juga untuk menyambung tali silaturahmi sesama pemain sekaligus melepas hobi.

“Ini pertama kali saya ke kabupaten karimun, saya sangat senang bisa menjalin silaturahmi sama teman-teman yang memiliki hobi sama dengan saya,” ujar Hadi.

Sebelum mengikuti lomba, Hadi telah mempersiapkan mobil andalan nya untuk di terjunkan ke sirkuit.

“Ini mobil andalan saya (Sembari Menunjukan Tamiya Miliknya), sudah siap untuk bertanding. Mobil ini telah saya setting terutama pada bagian keseimbangannya, karena kencang saja tidak cukup untuk menjadi juara pak,” sambung Hadi.

Kompetisi Openrace Karimun Tamiya ST050 ini merupakan agenda perdana yang di gelar oleh komunitas Ngebut Benjut di Kabupaten Karimun. Rencananya, kegiatan tersebut akan di jadikan agenda rutin setiap bulan.

Penulis : Boy
Editor : Ramadhan