Diduga Adanya Kecurangan, Puluhan Orang Tua Siswa Pertanyakan PPDB SMA Negeri 3 Batam

  • Bagikan
SMA Negeri 3 Batam

KUTIPAN.CO – Diduga adanya kecurangan, puluhan orang tua siswa berunjuk rasa di SMA Negeri 3 Batam. Mereka mempertanyakan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah tersebut.

Pasalnya dari daya tampung 288 siswa ada 81 tambahan siswa yang diterima pada gelombang ke 2 diluar jalur zonasi. Sementara dari pihak sekolahan berargumen tidak ada penambahan kelas.

Suherman selaku koordinator aksi demo mengaku sudah 3 minggu mengadakan aksi mencari perhatian kepada pihak sekolah SMA Negeri 3 Batam. Dari sistem PPDB daya tampung 288 siswa, namun ada gelombang ke 2 dengan penerimaan 81 siswa.

“Pertanyaan bagi kami ada tambahan 81 siswa yang sudah daring Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dari mana mereka. Kenapa kami 32 orang tua siswa yang tadinya memohon dari awal tidak ditanggapi,” ungkap Suherman, Sabtu (24/7/2021).

Suherman menambahkan, tentu hal ini membuat para orang tua wali murid memohon kepada kebijakan pemerintah ataupun pemangku jabatan yang mengambil keputusan dalam hal ini, perhatikanlah warga yang tidak mampu.

SMA Negeri 3 Batam

“Harapannya, jika ada 1 lokal penambahan berikanlah ke kami, agar anak-anak kami dapat diterima dan sekolah di SMA Negeri 3 Batam,” pungkasnya.

Tak hanya itu, hal yang serupa turut dikeluhkan oleh orang tua wali murid lainnya, Imron menyebutkan, yang tidak diterima di SMA Negeri 3 Batam dan dilempar ke sekolah yang jauh.

“Seandainya anak kami diperjalanan, contoh naik kendaraan jatuh siapa yang tanggung jawab. Padahal kami masuk jalur zonasi namun tidak diterima di SMA Negeri 3 Batam,” ucapnya.

Imron mengaku bertempat tinggal di Perumahan Bukit Raya yang letaknya sekitar 800 meter dari sekolah, namun anaknya tidak diterima di sekolah itu, padahal kata Imron, anaknya tidak melakukan pendaftaran di sekolah lain, selain di SMA Negeri 3 Batam, akan tetapi tetap saja tidak diterima disekolah tersebut.

“Permasalahannya apa, saya sudah 4 tahun tinggal disini bahkan RT saya sudah datang ke sekolah minta mohon warganya diterima, tapi tetap tidak diterima sampai sekarang,” tambah Imron.

“Saya ingin jumpa sama Kepala sekolah tidak pernah diizinkan, apakah hanya orang kaya yang bisa sekolah disini, bagaimana nasib rakyat kecil, apa tidak bisa sekolah,” tutupnya dengan nada kesal.

Ditempat yang sama, Mezia salah satu orang tua wali murid menuturkan, “Terimalah anak kami disini, bagaimana nasib anak kami sudah satu bulan tidak sekolah sementara teman-temannya sudah belajar daring, bagaimana perasaan anak kami. Terimalah anak kami sekolah disini,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Batam, Vivi Kusuma Effendi saat dikonfirmasi awak media enggan memberikan komentar terkait peristiwa ini.


Report : Yuyun
Editor : Fikri

  • Bagikan