fbpx
Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Lingga

Debat Publik Pilkada Lingga : Ditanya Ishak Terkait Sawah, Begini Jawaban Paslon Nomor Urut 2 dan 3

Pemerintah Kabupaten Lingga DPRD Kabupaten Lingga TNI POLRI Solid dan Netral Sektor Unggulan Pemkab Lingga
Pilkada Lingga
Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada 2020 Kabupaten Lingga (Foto : tangkap layar)

KUTIPAN.CO – Segmen ke-5 debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada 2020 Kabupaten Lingga memasuki penyampaian satu pendalaman pertanyaan yang kemudian dijawab oleh dua pasangan calon lainnya, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kabupaten Lingga yang disiarkan live facebook oleh KPU Kabupaten Lingga, Rabu (4/11/2020).

Pendalaman pertanyaan Paslon nomor urut 1 Muhammad Ishak – Salmizi menanyakan pada Paslon nomor urut 2 dan nomor urut 3, terkait kedepan pengembangan percetakan sawah yang tidak produktif.

“Dimana saat ini pembangunan sawah mungkin ada yang telah berhasil ada juga yang tidak, semantara nanti ada masyarakat yang mau mengembangkan dibidang perkebunan. Pertanyaan saya, bagaimana kita memanfaatkan lahan sawah tidak produktif atau masyarakatnya tidak mau lagi, kita jadikan sebagai untuk pengembangan tanaman pangan lainnya maupun perkebunan,” tanya Ishak pada Paslon nomor urut 2 dan 3.

Diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk menjawab, Paslon nomor urut 2 Riki Syolihin mengatakan, dalam rangka untuk peningkatan ekomomi, paslon yang dikenal dengan sebutan 2HRS ini menyesuaikan dengan visi dan misi maka tidak melanjutkan program sawah, terkecuali yang sudah berkembang.

“Atas pertanyaan yang diberikan maka menurut saya, ini harus. Karena salah satu dari program 2HRS kedepan adalah, kita tidak lagi melanjutkan program sawah kecuali sawah yang sudah hidup dan berkembang,” ungkap Riki Syolihin

Baca Juga :   Jika Jadi Bupati, Begini Strategi Paslon Nomor 3 dan 1 Tingkatkan PAD Lingga

Hal tersebut, lanjut Riki dikarenakan terkait kebijakan kedepan, konsep pertanian 2HRS adalah dengan konsep PATEN yakni Pemberdayaan, Teknologi, Jaringan dan Networking artinya kedepan seluruh petani dari mulai tanam, bibit sampai panen itu diurus pemerintah secara baik sehingga seluruh hasil panennya akan jadi pemerintah untuk menyalurkan dan menjualkan.

“Kita akan rubah ataupun penyesuaian aturan-aturan yang ada tentu harus kita cermati secara baik dan akan kita gunakan dan manfaatkan sesuai dengan karekter budaya. Jadi pemberdayaan kita mulai dari awal hingga akhir untuk seluruh petani yang ada di Kabupaten Lingga,” kata Riki

Sementara Calon Bupati Lingga nomor urut 3 Muhammad Nizar mengatakan, pada kepemimpinan AWe-Nizar, yang ia terlibat langsung terkait bidang pertanian khususnya percetakan sawah, untuk program sawah ini merupakan program nasional, Kabupaten Lingga sudah dilibatkan langsung sebagai wilayah ketahanan pangan di perbatasan.

“Kita harus tetap komitmen dengan yang sudah dilakukan dan tetap akan melanjutkan, hanya saja animo masyarakatnya belum terbiasa dengan pola-pola yang sudah ada, itu hanya belum terbiasa saja.

Lanjut Nizar, buktinya sampai hari ini bebicara masalah pertanian, dijaman Awe-Nizar sudah memberikan pupuk untuk sahang dan pupuk untuk tanaman yang lainnya. Selain itu, AWe-Nizar sudah merivitalisasi dari tahun 2017 sampai dengan 2020 ada yang 15 dan 10 hektare untuk sagu dibeberapa titik yang ada di Kabupaten Lingga.

Baca Juga :   Bercita-cita Mengabdikan Diri Untuk Masyarakat Lingga, Gagal Jadi Dokter Neko Tuntut Ilmu ke Negeri Malaysia

“Namun khusus untuk sawah, lahan yang sudah dicetak hari ini kita akan terus lanjutkan untuk mengoptimalkan. Saya tekankan disini untuk mengoptimalkan, karena kita luar biasa dari sektor persawahan dan pertanian, itu anggaran yang dikeluarkan dari APBD Lingga dalam pengelolaannya itu sangat kecil sekali,” ungkap Nizar

“Jadi anggaran yang digunakan itu yang kita jemput, anggaran dari APBD Provinsi dan APBN, salah satunya dari APBN itu ada tracktor roda empat 25 unit, truk 25 unit mesin pompa air 98 unit dan masih banyak yang lainnya dan ini sangat luar biasa. Ini tak gampang untuk mendapatkan bantuan seperti ini,” kata Nizar

Kedepan kata Nizar jika diberikan amanah, untuk lebih mengoptimalkan maka penyuluh pertanian dan dinas teknis terkait harus dimaksimalkan lagi, Nizar-Neko juga telah memiliki strategi lanjutan tertentu untuk mengoptimlkan pada bidang pertanian khususnya percetakan sawah.

Editor : Fikri

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement