Datangi Kantor Dishub, Warga Minta Terapkan Parkir Mandiri di Pasar Aviari

  • Bagikan
Foto aviari, dishub batam, parkir

KUTIPAN.CO – Tolak diberlakukannya gate parkir di kawasan pasar Aviari, perwakilan warga RW 09 Aviari Kelurahan Buliang Kecamatan Batu Aji dan pemilik ruko komplek Pertokoan PT. Aviari Pratama mendatangani Kantor Dinas Perhubungan Kota Batam, pada Jum’at (19/11/2021).

Fery selaku juru bicara warga RW 09 menyampaikan, permasalahan gate parkir ini sebenarnya sudah terjadi dari 4 tahun yang lalu. Gate parkir khusus diadakan secara sepihak oleh PT. Aviari Pratama tanpa melibatkan warga, RT dan RW setempat.

“Tahun 2017 lalu kita sudah mediasi dengan Dinas Perhubungan Kota Batam, Polsek Batu Aji dan Kecamatan namun kontrak sudah ditandatangani, dengan keputusan tersebut pada saat itu kami legowo dan berharap kedepannya harus ada kesepakatan dan duduk bersama warga,” ucap Fery.

Namun berjalannya waktu, pada bulan Oktober 2021 kemarin penyambungan kontrak sudah terjadi dan tanpa melibatkan kami, alasannya misskomunikasi dan terlanjur.

“Permasalahan ini sudah dari tahun 2017 lalu namun saat penyambungan kontrak gate parkir kami sempat demo dan mediasi sana sini, tapi keputusan tetap memakai gate parkir dan kami mengalah. Tapi kedepannya kami memohon duduk bersama RT dan RW sebelum mengambil keputusan,” tegas Fery.

Lanjut Fery, hari ini kami rapat dengan Dishub dan kami pertanyaan terkait gate parkir dari PT. Aviari Pratama kenapa saat penandatanganan kontrak tidak melibatkan warga. Alasan mereka percuma karena tidak sanggup membayar parkir mandiri.

“Kalau ketidakmampuan PT. Aviari Pratama membayar pendapatan daerah, kami warga siap membayarnya, jadi apa lagi kendalanya,” tegas Fery.

“Ini sudah penyambungan kontrak gate parkir yang ke tiga kalinya tanpa melibatkan RT dan RW,” ungkap Fery.

Saat ini permintaan warga diberlakukan parkir mandiri atau parkir gratis, jadi warga (kami) yang membayar pajak pendapatan daerah dan semua parkir digratiskan

“Kita minta parkir mandiri saja, jadi kami yang membayar pajak pendapatan daerah seperti di pasar SP Plaza, Fanindo, Sagulung, Mitra Mall semua bisa gratis kenapa kita tidak bisa. Inilah salah satu alasan untuk meramaikan aviari,” jelas Fery.

Kita sudah mengadu ke DPRD Kota Batam, Walikota Batam, Polsek Batu Aji, Camat, Dishub dan PT. Aviari namun tanggapannya dimediasi saja dan dari Dishub tidak ada keputusan.

“Harapan kami gate parkir dihabiskan, kami mau parkir mandiri seperti pasar lainnya. Masalah pajak pendapatan daerah ke Dishub warga siap, alasan apa lagi kalau tidak ada kepentingan pribadi,” tutup Fery.

Ditambahkan Rohman salah satu warga RW 09 menyampaikan, secara legalitas aviari lengkap. Namun kita berbicara kearifan lokal, kita warga yang kena imbasnya.

“Coba kedepankan kecerdasan spiritual jangan intelektual. Klo intelektual bicara uang uang dan uang, sementara kalau spiritual berbicara rasa. Rasa tidak bisa digambarkan namun dirasakan, coba dimengerti hati nurani warga untuk memajukan warga, buktinya saat ini pasar sepi,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Salim mengatakan, hari ini Dinas Perhubungan (Dishub) memanggil pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Dari hasil pertemuan tadi warga meminta menerapkan parkir mandiri sementara dari pihak pengelola tidak bersedia dengan alasan mereka khawatir jika ditetapkan parkir mandiri takutnya ada tunggakan atau lainnya akan menjadi tanggung jawab pengelola,” jelas Salim.

Sementara itu, dari pihak pengelola lahan parkir PT. Aviari Pratama mereka sudah mengurus izin baru sampai tahun 2023 mendatang.

“Kalau memang izinnya masih berlaku, tunggulah sampai kontrak gate parkir selesai. Kalau ada penambahan izin silahkan didudukan lagi apakah mau diterapkan parkir mandiri atau gate parkir,” ucap Salim.

Ditambahkan Salim, saat perpanjangan kontrak gate parkir masyarakat merasa tidak dilibatkan, sementara warga pernah sampaikan jika ada perpanjangan kontrak dilibatkan masyarakat.

“Alasan dari pengelola PT. Aviari Pratama sistem gate parkir secara manageral lebih mudah pelaksanaannya artinya tunggakan tidak terjadi, namun ketika dilakukan parkir mandiri maka akan terjadi tunggakan retribusi,” ujarnya.

Sementara izin masih berlaku, jika warga ada upaya menempuh jalan lain silahkan sesuai hukum dan harus dengan cara yang baik.

Menurutnya, sepi nya pengunjung saat ini tidak disebabkan karena parkir, namun pandemi yang merupakan salah satu penyebabnya.

“Harapannya untuk kedepan mari kita sama-sama meramaikan tempat tersebut dan sama-sama berkolaborasi untuk melakukan salah satu event bagi masyarakat Batam agar bisa kembali ramai lagi khususnya di lingkungan Aviari tersebut,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan