Connect with us

Digital

Dapat Pendanaan 585 Miliar Zipmex Rilis Tiga Produk Baru

Published

on

Tentang ZMT Zipmex

KUTIPAN.CO – Usai mendapatkan pendanaan sebesar Rp 585 Miliar, broker aset kripto Zipmex menggunakan dana tersebut untuk pengembangan pada lini bisnis dengan merilis sejumlah prduk baru.

CEO Zipmex, Marcus Lim membeberkan adapun produk baru itu yakni, ZipCard, ZipWorld dan ZipLauch, yang awal Agustus 2021 kemarin Zipmex telah memperkenalkan satu produk dari 3 produk barunya yakni Zipmex Card (ZipCard) dan akan diluncurkan pada akhir tahun 2021.

Zip Card kata Marcus Lim merupakan kartu pembayaran yang didukung oleh Visa, yang tujuannya nanti, pemilik kartu tersebut dapat meggunakan Zipmex Card yang berisi aset digital untuk berbelanja di lebih dari 70 juta merchat dari jaringan global visa.

Lalu produk lainnya yakni ZipWorld, meski belum diluncurkan secara global, produk ini telah lebih dahulu menyapa publik di Thailand dalam versi beta. Kegunaan dari ZipWorld ini akan memberikan ruang bagi penggunanya dalam menikmati produk lifestyle eksklusif.

Baca :  Merangkak Perlahan Zipmex Token Terpantau Tembus 10 Ribu Rupiah

Sedangkan satu produk lagi yakni Z Launch, produk ini adalah platform akses eksklusif pengguna Zipmex untuk bisa berinvestasi pada aneka token baru. Jadi para investor ZMT nantinya dapat berinvestasi token baru dengan menggunakan token ZMT di produk Z Launch tersebut.

Marcus Lim mengaku, produknya telah mendapat ijin sesuai dengan regulasi disejumlah negara yang saat ini beroperasi, seperti di Indonesia, Thailand, Singapura dan Australia. DIketahui pengguna Zipmex di Indonesia mencapai angka 35 – 40 persen dari total pengguna Zipmex.


Penulis : Kiky
Editor : Fikri
Source : Kontan

Digital

Indonesia Cakap Digital Bijak Beretika di Internet

Published

on

Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika targetkan hingga tahun 2024 menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Kegiatan webinar Indonesia Makin Cakap Digital ini di Kota Batam di laksanakan pada Senin (23/08/2021) dengan Keynote Speaker Walikota Batam H. Muhammad Rudi., dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Sementara untuk narasumber terdiri dari beberapa kalangan diantaranya, Kurniawan Gilang W,SE., MM., MBA sebagai Dosen dan Peneliti Prodi Pariwisata Institut STIAMI pada pilar Kecakapan Digital memaparkan tema “Digital skill and online learning”.

Dalam pemaparannya, ia menjabarkan tantangan pembelajaran secara online di Indonesia diantaranya, ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah, keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, serta keterbatasan sumber daya untuk pemanfaatan teknologi seperti internet dan kuota.

Digital skill dalam pembelajaran online antara lain, adaptasi proses pembelajaran dengan cepat, penguasaan platform online media pembelajaran seperti google meet, guru membuat modul pembelajaran online dengan lebih menarik dan kreatif, optimalisasikan situs-situs pendidikan atau mesin pencari google dengan lebih optimal, serta orang tua dan guru berkolaborasi dalam proses pembelajaran.

Era digital komunikasi ini memerlukan semangat membangun kreatifitas, mengasah skill, berpikir cerdas dan peningkatan kualitas diri, adaptasi dengan perubahan sistem, serta cara pandang dan pola interaksi dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Dilanjutkan dengan pilar Keamanan Digital oleh Rana Rayendra, S.IKOM selaku CEO of Bicara Project mengangkat tema “Menganalisis kasus cyberbullying dan cara menghentikannya”.

Ranna menjabarkan sifat di dunia digital, meliputi tidak tersentuh, tidak terbatas ruang dan waktu, jangkauan luas, massal, serta mudah dibagikan dan diterima.

Perilaku cyberbullying, antara lain flaming, harassment, denigration, cyber stalking, impersonation, serta outing dan trickery. Dampak cyberbullying, diantaranya menarik diri dari lingkungan sosial, perasaan dikucilkan lingkungan, depresi dan ingin bunuh diri, serta kesehatan fisik dan mental terganggu.

Jika mengalami cyberbullying, sikap yang harus dilakukan ialah tenang, abaikan, kumpulkan bukti, dan blokir akun pelaku. Hal yang harus dilakukan untuk menghindari cyberbullying, dengan cara berpikir terlebih dahulu sebelum mengetik, tingkatkan empati, toleransi antar sesama, tidak menyinggung hal pribadi, dan teguh.

Dengan adanya internet safety, masyarakat akan lebih bijaksana dalam berinternet di media sosial. Biasakan melakukan porotokol internet sehat.

Pilar Budaya Digital oleh Didin Setyawan, S.SI., M.SI selaku guru SMK Negeri 3 Batam dengan tema “Literasi digital bagi tenaga pendidikan dan anak didik di era digital”.

Baca :  Apakah Zipmex Penipu ? Cek Fakta Terbaru Di tahun 2021

Didin menjelaskan skill atau kemampuan yang harus dimiliki di abad 21 antara lain, informasi, media, dan kemampuan teknologi, berpikir kritis, komunikatif, kolaborasi, dan kreatifitas. Tidak menunggu untuk berbagi tetapi segera rekam dan bagikan.

Literasi digital bagi tenaga pendidik dan anak didik di era digital dengan cara, jangan menanti segalanya sempurna, tetapi bagikan apa adanya dengan cepat. Jangan hanya menggunakan satu media, tetapi manfaatkan sebanyak mungkin media.

Jangan mensyaratkan banyak partisipan, tetapi lakukan walaupun hanya untuk satu orang. Jangan tergantung pada banyak pihak, tetapi lakukan sesuai literasi yang dimiliki. Serta, jangan ragu-ragu untuk mengevaluasi, tetapi pelajarilah apa yang dapat diperbaiki.

Narasumber terakhir pada pilar Etika Digital oleh DR. H. Mustaqim Syuaib, SE., MM selaku Rektor Universitas Ibnu Sina mengangkat tema “Memahami literasi transaksi di dunia digital dan era disrupsi”.

Mustaqim membahas disrupsi menuntut pengguna untuk melakukan perubahan sejalan dengan tuntutan teknologi, dan apabila tidak segera beradaptasi maka akan tertinggal jauh. Hal tersebut juga mengakibatkan efek dari penggunaan internet baik itu efek positif maupun efek negatif.

Akan tetapi kebanyakan pengguna tidak mengetahui konsekuensinya dalam menggunakan internet. Kewirausahaan merupakan kemampuan dan keinginan untuk mengembangkan usahanya melalui aplikasi online dalam rangka memperoleh keuntungan misalnya UMKM online, marketplace online, dan start up digital.

Alasan perlu aturan transaksi digital, antara lain agar transaksi E-Commerce terekam dengan baik, terdapat resiko, keseimbangan E-commerce dan konvensional, serta menghindari kerugian Negara.

Mengetahui dan memahami literasi digital, mengetahui mana yang perlu disebarluaskan dan mana yang harus disimpan sendiri, mengetahui hak–hak pengguna internet lainnya, mengetahui batasan dalam penggunaan internet sehingga dapat menciptakan kehidupan dunia maya aman dan nyaman serta mampu memberikan edukasi maupun informasi yang dibutuhkan.

Literasi digital tidak semata–mata penguasaan teknologi komputer dan ketrampilan penggunaan internet belaka melainkan lebih luas yakni memadu padankan literasi dan digital.

Webinar diakhiri, oleh Dwi Yanti selaku Influencer dengan Followers 27,7 Ribu, menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa era digital komunikasi ini memerlukan semangat membangun kreatifitas, mengasah skill, berpikir cerdas dan peningkatan kualitas diri, adaptasi dengan perubahan sistem, serta cara pandang dan pola interaksi dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Hal yang harus dilakukan untuk menghindari cyberbullying, dengan cara berpikir terlebih dahulu sebelum mengetik, tingkatkan empati, toleransi antar sesama, tidak menyinggung hal pribadi, dan teguh.

Literasi digital bagi tenaga pendidik dan anak didik di era digital dengan cara, jangan menanti segalanya sempurna, tetapi bagikan apa adanya dengan cepat, jangan hanya menggunakan satu media, tetapi manfaatkan sebanyak mungkin media, serta jangan ragu-ragu untuk mengevaluasi, tetapi pelajarilah apa yang dapat diperbaiki.

“Alasan perlu aturan transaksi digital, antara lain agar transaksi E-Commerce terekam dengan baik, terdapat resiko, keseimbangan E-commerce dan konvensional, serta menghindari kerugian Negara,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Digital

Ditjen Aptika Indonesia Cakap Digital Positif Berinternet

Published

on

Foto Ditjen Aptika, kominfo

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya sumber daya manusia yang bertalenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika targetkan hingga tahun 2024 menjangkau 50 juta masyarakat mendapatkan literasi di bidang digital.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Guna merealiasikan target itu, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Kegiatan webinar yang berlangsung melalui zoom di Kepulauan Riau pada Rabu (18/09/2021) menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau dan narasumber lainnya, sementara Walikota Batam Muhammad Rudi sebagai Keynote Speaker.

Dalam pemaparannya, Drs. H. Zulhendri, M.Si sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau pada pilar Kecakapan Digital dengan tema “Positif, Kreatif dan Aman di Internet” menjabarkan tentang hal-hal positif ber-internet, dengan cara menambah wawasan dan pengetahuan, sebagai media komunikasi dan interaksi, sarana untuk mencari keuntungan material, serta memudahkan aktivitas manusia.

“Kreatif di internet, antara lain sumber inspirasi positif, mampu menangkap peluang, serta menjadi pribadi yang mampu menjadi teladan dalam pemanfaatan internet secara positif. Aman di internet, meliputi selalu hindari mengunggah data atau informasi pribadi, ingat dan simpan password dengan baik, usai online selalu log out, waspada jika berkomunikasi dengan orang yang abru dikenal, serta patuhi batasan umur,” ucapnya.

Dilanjutkan dengan pilar Keamanan Digital oleh Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar, M.SN selaku dosen, seniman, komposer, dan editor mengangkat tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”.

Setya menjelaskan dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.

“Jejak digital merupakan sesuatu yang permanen, terdiri dari jejak digital pasif dan aktif. Jejak digital pasif merupakan data yang diciptakan tanpa sadar, data yang ditinggalkan saat menjelajahi atau mengakses sebuah situs. Jejak digital aktif merupakan data yang sengaja ditinggalkan atau secara sadar dibuat atau tinggalkan saat mengisi atau menambahkan konten pada suatu situs,” jelas Setya.

Prinsip dasar berdemokrasi di era digital, meliputi memahami apa itu demokrasi, mengikuti perkembangan iptek, mengusai atau memiliki kecakapan dalam dunia digital, serta bermedia dengan cerdas.

“Kelola jejak digital di media sosial, dengan cara rutin mengganti password, menghapus akun yang sudah tidak digunakan, serta hapus unggahan yang tidak layak menjadi konsumsi publik,” jelasnya.

Dilanjutkan pilar Budaya Digital oleh Adimaja, S.T., M.M., MMG selaku Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mengangkat tema “Literasi Digital Dalam Menangkal Terorisme, Radikalisme dan Separatisme”.

Baca :  Sekilas Tentang ZMT Zipmex

Adimaja menjelaskan kenali doktrin radikal di internet melalui, beriman, berjihad, dan hijrah. Proses radikalisme dengan cara melakukan pendekatan kemudian membuat grup whatsapp, perekrutan jadi anggota, pembantaian atau pengambilan sumpah, dan pembinaan.

Identifikasi korban, melalui perubahan signifikan pada sikap mental yang mendua, meninggalkan keluarga dan sekolah karena kegiatan yang intens, cenderung menjadi pribadi yang tertutup dan tertekan jiwanya, manipulatif serta minim empati.

“Tips untuk mengantispasi radikalisme antara lain, teliti keabsahan organisasi, teliti susunan pengurus dan alamat resmi, pelajari agama dengan paripurna pada ahlinya, kenali modus perekrutan gerakan radikal, tolak dengan tegas bila diajak kajian-kajian yang sembunyi-sembunyi, kritis, serta berdialog dengan orang lain bila mendapatkan materi yang sulit dimengerti,” ucap Adimaja.

Tanamkan sikap nasionalisme sebagai wadah untuk anak muda, berdayakan komunitas, pendekatan kearifan lokal, perbanyak kompetisi bakat, dan hidup berkualitas.

Narasumber terakhir pada pilar Etika Digital oleh Harmen, M.KOM selaku Kepala SMAN 28 Batam mengangkat tema “Pentingnya Pemahaman Membedakan Informasi Hoax”.

Harmen membahas hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar adanya dan diverifikasi kebenarannya. Dengan kata lain, sebagai upaya memutarbalikkan fakta.

Ciri-ciri berita hoax, antara lain didistribusikan melalui email atau media sosial yang efeknya lebih besar, berisi pesan yang membuat cemas atau panik para pembaca, dan diakhiri dengan imbauan agar pembaca segera menyebarkan peringatan tersebut ke forum yang lebih luas.

Cara mengidentifikasi berita hoax, antara lain waspada dengan judul yang provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikut serta dalam grup diskusi anti hoax.

Sementara itu, jenis hoax yang patut dicurigai meliputi hoax virus, hoax kirim pesan berantai, hoax urban legend, hoax dapat hadiah gratis, hoax tentang kisah menyedihkan, serta hoax pencemaran nama.

Webinar diakhiri, oleh Grace Amalianty selaku Influencer dengan Followers 65,3 Ribu. Grace menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narsumber, berupa positif di internet, dengan cara menambah wawasan dan pengetahuan, sebagai media komunikasi dan interaksi, sarana untuk mencari keuntungan material, serta memudahkan aktivitas manusia.

Kelola jejak digital di media sosial, dengan cara rutin mengganti password, menghapus akun yang sudah tidak digunakan, serta hapus unggahan yang tidak layak menjadi konsumsi publik.

Tanamkan sikap nasionalisme sebagai wadah untuk anak muda, berdayakan komunitas, pendekatan kearifan lokal, perbanyak kompetisi bakat, dan hidup berkualitas.

“Cara mengidentifikasi berita hoax, antara lain waspada dengan judul yang provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikut serta dalam grup diskusi anti hoax,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

Continue Reading

Digital

Tingkatkan Literasi Digital, Kominfo Gelar Webinar “Media Sosial Sebagai Wadah Demokrasi”

Published

on

Foto kominfo, literasi digital

KUTIPAN.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam, pada Senin (26/7/2021) sekira pukul 13.00 Wib.

Hal tersebut menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota/Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang disetiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Aceh yaitu Ir. Nova Iriansyah, M.T., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Bp. Presiden RI, Bapak Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Widya Rastika, S.E., M.SI (Managing Director Lowell dan Riley Strategic Communication Consulting), pada sesi Kecakapan Digital memaparkan tema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Usaha Digital”.

Dalam pemaparannya, Widya menjabarkan model bisnis di era digital, antara lain menemukan model bisnis yang berkelanjutan, pastikan terdapat nilai bisnis di dalamnya, melihat peluang diluar saluran komunikasi standard, mencampur atau menggabungkan bisnis model, selalu perhatikan “End User”, hubungan yang permanen, serta pengelolaan “Big Data”.

Metode bisnis digital dapat dilakukan, dengan cara menggunakan Google AdSense, menggunakan Infolinks, membuat & menjual produk digital sendiri, menjual ruang iklan, kemitraan YouTube, artikel bersponsor, konten premium & membership subscription, donasi, membuat event secara online, membuat event offline, membuat private forum, serta afiliasi pemasaran.

Tren pekerjaan yang banyak dicari tahun 2025, meliputi pemikiran analitis dan inovasi, strategi belajar dan belajar aktif, pemecahan masalah yang kompleks, kreativitas, orisinalitas, dan inisiatif, kecerdasan emosional, orientasi layanan, desaian dan pemrogaraman teknologi, serta kepemimpinan dan pengaruh sosial.

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital, Edi Purwanto, S.PSI., M.SI (Pegiat Literasi Informasi Digital) mengangkat tema “Fungsi Keamanan Dari Pin, Password, Two Factor Authentication Dan OTP”.

Edi menjelaskan password atau kata sandi adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh pengguna jaringan atau sebuah sistem operasi yang mendukung banyak pengguna atau multiuser untuk memverifikasi identitas dirinya kepada sistem keamanan yang dimiliki oleh jaringan atau sistem tersebut.

PIN adalah kode akses yang digunakan untuk melakukan transaksi atau masuk dalam aplikasi tertentu. OTP atau Kode verifikasi sekali pakai yang terdiri dari 6 digit karakter (seringkali angka) unik dan rahasia yang umumnya dikirimkan melalui SMS atau e-mail.

Setiap kode yang dikirimkan ini umumnya hanya berlaku selama lima menit. Autentikasi dua faktor merupakan sebuah fitur kemanan akun online dimana anda akan melakukan verifikasi identitas sebanyak dua kali.

“Cara mengamankan PIN, antara lain gunakan nomor acak yang dihafal dan susah ditebak, cek kembali dan ambil kartu kredit, selalu cek log-out, serta ganti secara berkala PIN,” jelasnya.

Tips membuat password yang kuat, antara lain tidak menggunakan informasi pribadi, gunakan password yang panjang, tidak memakai password yang sama untuk semua akun.

Sementara itu, tips melindungi OTP agar tetap aman mencakup tidak mudah percaya dengan nomor asing, tidak memberikan kode OTP kepada siapapun, rutin mengganti password dan PIN, aktif mengecek aktivitas di aplikasi, serta tidak memberikan akses nomor telepon kepada orang yang tidak dipercaya.

Baca :  Zipmex Terbitkan Aset Kripto ZMT, Cepat Jangan Terlambat Pasokan ZMT Tidak Akan Bertambah

Fungsi autentikasi dua faktor ialah untuk memberikan keamanan ganda terhadap akun yang terdapat di layanan-layanan online.

Sesi Budaya Digital oleh Slamet Munawar, M.PD (Kepala SMA Muhammadiyah I Batam) memberikan materi dengan tema “Peran Komunitas Akademik Dalam Pendidikan di Era Digital”.

Slamet membahas komunitas merupakan suatu kelompok yang terdiri dari berbagai individu yang memiliki kesamaan atau kemiripan ciri, minat, aktivitas, bahkan profesi dalam suatu lingkup tertentu.

Arti dan makna komunitas akademik adalah sebuah perkumpulan atau sejenis organisasi yang berada dan melakukan aktivitasnya di lingkungan sekolah atau di lingkungan perguruan.

“Kerja nyata komunitas akademis, meliputi mensosialisasikan budaya internet sehat di komunitas dan mensosialisasikan pentingnya literasi digital di komunitas,” ucap Slamet.

Tips berinternet sehat dan aman, dengan cara tempatkan internet di ruang terbuka, tidak menanggapi email dari orang yang tidak dikenal, manfaatkan internet untuk kepentingan belajar, gunakan browser khusus untuk proteksi, tidak menanggapi ajakan untuk pertemuan langsung, serta tidak memberikan data pribadi dan keluarga.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital oleh Abdurrahman A. Hunalapa (Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Al-Aziz Batam) mengangkat tema “Tips Mengenal Berita Palsu dan Verifikasi”.

Abdurrahman menjelaskan berita palsu atau hoax masih banyak berseliweran di media online dan media sosial seperti Facebook, Instagram, maupun Twitter.

“Celakanya, sebagian masyarakat menyakini berita tersebut sebagai sebuah kebenaran, bahkan tidak sedikit yang kemudian membagikannya ke pengguna lain,” ungkapnya.

Untuk mengurangi penyebaran berita palsu ini, Facebook telah menggunakan teknologi, tim peninjauan konten, serta melakukan berbagai rangkaian program edukasi seputar literasi berita.

“Berikut ini beberapa tips untuk mengidentifikasi berita palsu yang beredar di media online dan media sosial, antara lain bersikap skeptis terhadap judul, perhatikan baik-baik URLnya, selidiki sumbernya, perhatikan format yang tidak biasa, cek fotonya, periksa tanggalnya, periksa buktinya, lihat laporan lainnya, serta beberapa berita dipalsukan dengan sengaja,” jelasnya.

Tips sederhana dari pakar agar tidak terjebak hoaks, meliputi mencari sumber asli, mencari kebenaran seutuhnya, serta informasi datang dari sumber terpercaya.

Webinar diakhiri oleh, Josephine Kerin (Konten Kreator dan Influencer dengan Followers 13,3 Ribu) menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa metode bisnis digital dapat dilakukan, dengan cara menggunakan Google AdSense, menggunakan Infolinks, membuat & menjual produk digital sendiri, menjual ruang iklan.

Selain itu, kemitraan YouTube, artikel bersponsor, konten premium & membership subscription, donasi, membuat event secara online, membuat event offline, membuat private forum, serta afiliasi pemasaran.

Tips melindungi OTP agar tetap aman, mencakup tidak mudah percaya dengan nomor asing, tidak memberikan kode OTP kepada siapapun, rutin mengganti password dan PIN, aktif mengecek aktivitas di aplikasi, serta tidak memberikan akses nomor telepon kepada orang yang tidak dipercaya.

Tips berinternet sehat dan aman, dengan cara tempatkan internet di ruang terbuka, tidak menanggapi email dari orang yang tidak dikenal, manfaatkan internet untuk kepentingan belajar, gunakan browser khusus untuk proteksi, tidak menanggapi ajakan untuk pertemuan langsung, serta tidak memberikan data pribadi dan keluarga.

Tips untuk mengidentifikasi berita palsu yang beredar di media online, antara lain bersikap skeptis terhadap judul, perhatikan baik-baik URLnya, selidiki sumbernya, perhatikan format yang tidak biasa, cek fotonya, periksa tanggalnya, periksa buktinya, lihat laporan lainnya, serta beberapa berita dipalsukan dengan sengaja.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Web Stories

Berita Lainnya

Timpora Imigrasi Dabo Singkep Timpora Imigrasi Dabo Singkep
Lingga6 jam ago

Opgab Timpora Imigrasi Dabo Singkep Sidak Orang Asing di Wilayah Pesisir Lingga

KUTIPAN.CO – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep lakukan Operasi Gabungan (Opgab) Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing) di...

Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep
Lingga6 jam ago

Ditjen Gakkum KLHK Hentikan Aktivitas Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep

KUTIPAN.CO – Tim Gakkum Direktorat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemerintah Kabupaten Lingga hentikan aktivitas penambangan bauksit...

HARRIS Hotels Batam HARRIS Hotels Batam
Batam7 jam ago

Selesai Vaksin Kedua, Karyawan HARRIS Hotels Batam Siap Melayani Tamu

KUTIPAN.CO – Dalam rangka mengikuti program pemerintah yaitu vaksin covid-19 dan pencegahan penyebaran virus covid-19, HARRIS Hotels Batam yang terdiri...

Penambangan Pasir Ilegal di Nongsa Penambangan Pasir Ilegal di Nongsa
Batam7 jam ago

Polresta Barelang Tangkap 7 Pelaku Penambangan Pasir Ilegal di Nongsa

KUTIPAN.CO – Satreskrim Polresta Barelang mengamankan tujuh pelaku penambangan pasir ilegal (Illegal Mining) yang tidak memiliki izin, di Kampung Teluk...

Vaksinasi Mobil Gurindam Vaksinasi Mobil Gurindam
Karimun1 hari ago

Tim Vaksinasi Mobil Gurindam 12 Korem 033/WP Serbu Desa Binaan di Karimun

KUTIPAN.CO – Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk percepatan vaksinasi di daerah, Tim Vaksinasi Mobil Gurindam 12 Korem 033/WP, Babinsa...

KONI Lingga KONI Lingga
Lingga1 hari ago

Jelang Porkab, KONI Lingga Gelar Pertemuan Pengurus Cabor

KUTIPAN.CO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lingga, gelar pertemun dengan seluruh pengurus Cabang Olahraga (Cabor) berkaitan dengan pembahasan...

UPN Veteran Yogyakarta UPN Veteran Yogyakarta
Kepri1 hari ago

Rektor UPN Veteran Yogyakarta Buka Pelatihan Wartawan Maritim Zona-2 Karimun Lingga

KUTIPAN.CO – Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta, Dr M Irhas Effendi, M.SI membuka secara resmi ‘In House Training...

Bakamla RI Ikuti Test SKD di Batam Bakamla RI Ikuti Test SKD di Batam
Batam1 hari ago

Ratusan CASN Bakamla RI Ikuti Test SKD di Batam

KUTIPAN.CO – Ratusan peserta Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Bakamla RI yang dinyatakan lolos administrasi melaksanakan tes seleksi kompetensi dasar...

Populer Sepekan

Opgab Timpora Imigrasi Dabo Singkep Sidak di Wilayah Pesisir Ditjen Gakkum KLHK Hentikan Aktivitas Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep Penambangan Pasir Ilegal di Nongsa Ditangkap Polresta Barelang Tim Vaksinasi Mobil Gurindam 12 Korem Serbu Desa Binaan di Karimun Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur Bupati Lingga Minta Kabag di Setda Lingga Segera Beradaptasi Polsek Nongsa Tangkap Pelaku Pencurian Rokok Milik PT. Sinar Mitra Usaha Komunitas Sastra Dilaut dan RD Paschal Gelar Lomba Video Kreatif Gurindam 12