Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Indonesia

Covid19 : Abu Bakar Ba’asyir Ajukan Asimilasi ke Jokowi

Abu Bakar Ba'asyir | Foto : Antara

KUTIPAN.CO – Kepada Presiden Joko Widodo, narapidana Abu Bakar Ba’asyir ajukan permohonan asimilasi ditengah wabah virus corona, permohonan itu diajukan Ba’asyir melalui sebuah surat yang dikirimkan pada 3 April 2020 lalu kepada Jokowi.

“Surat ini kami sampaikan kepada Bapak Presiden Ir. Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM Bapak Prof. Yasonna Hamonangan Laoly untuk menyampaikan pendapat kami perihal asimilasi dan hak integrasi KH. Abu Bakar Ba’asyir dari sisa pemidanaan beliau yang saat ini berada di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur,” kata kuasa hukum Ba’asyir, Achmad Michdan, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/4) malam.

Pihaknya sangat mengapresiasi kebijakan penerintah yang mana ditengah mewabahnya virus corona di Indonesia, Kemenkumham memberikan asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurut kuasa hukum Ba’asyir mengingat kliennya diusia yang rentan terpapar virus corona agar dipertimbangkan untuk mendapatkan asimilasi dan hak integrasi.

‘Sehingga penting dan sangat genting untuk segera melepaskan narapidana yang berusia 65 tahun ke atas,” katanya.

Masih kata kuasa hukum Ba’asyir, klien nya juga telah menjalankan 2/3 masa hukumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah mengeluarkan dan membebaskan 35.676 narapidana melalui program asimilasi dan integrasi per 8 April.

Diketahui bersama, Ba’asyir merupakan pendiri Jemaah Islamiyah dan pernah terkait berbagai aksi terorisme di Indonesia, salah satunya terlibat bom bali dan bom Hotel JW Marriot pada 2004. Dia divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2011.

Pada Januari 2019 pemerintahan Joko Widodo sempat berencana ingin membebaskan Ba’asyir dengan status pembebasan bersyarat. Salah satu syaratnya ialah Ba’asyir harus berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.

Namun, Tim Pangacara Muslim (TPM) menyatakan Abu Bakar Ba’asyir lebih menginginkan mendapat remisi yang besar ketimbang dibebaskan secara bersyarat.

Editor : Fikri
Source : CNNIndonesia

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply