Connect with us

Ciri-ciri Covid-19, Apa Beda Flu dan Pneumonia ?

Published

on

KUTIPAN.CO – Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah kasus virus corona atau Covid-19 dibeberapa negara semakin meningkat dan menyebar secara cepat, termasuk di Indonesia, Total jumlah kasus positif Corona Covid-19 di Indonesia, per 26 Maret 2020, mencapai 893 pasien. Dari jumlah tersebut, 780 pasien positif Covid-19 sedang menjalani perawatan.

Berikut ciri-ciri penderita Corona Covid-19

Dikutip dari berbagai sumber ciri-ciri penderita Corona Covid-19 gejala awal yang dialami oleh penderita yakni demam, batuk, filek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu. Meski demikian ada beberapa penderita tidak mengalami gejala tersebut dengan signifikan hanya mengalami gejala ringan saja.

Berdasarkan informasi di laman lembaga kesehatan AS, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lansia dan mereka yang memiliki riwayat gangguan kesehatan seperti diabetes, asma, atau penyakit jantung, memiliki resiko lebih tinggi, saat terinfeksi virus corona. 

Perkembangan kesehatan penderita yang terpapar Corona Covid-19 dari hari ke hari

Business Insider melaporkan sebuah studi yang menganalisis gangguan kesehatan pada 140 pasien Covid-19. Penelitian ini mencatat 80 persen pasien tergolong kasus ringan, 15 persen termasuk kasus parah dan 5 persen sakit kritis. Mayoritas atau 99 persen pasien itu mengalami demam tinggi. Lebih dari separuhnya mengalami kelelahan dan batuk kering. Sekitar sepertiga pasien juga mengalami nyeri otot dan sulit bernapas.

Berdasarkan riset di Wuhan berikut perkembangan penderita corona Covid-19 dari hari ke hari

Hari 1: Pasien mengalami demam. Beberapa di antara mereka juga mengalami kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. Sementara, sebagian kecil lainnya mengalami diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya.

Hari 5: Pasien bisa mengalami kesulitan bernapas, terutama jika mereka lansia atau memiliki gangguan kesehatan sebelumnya.

Hari 7: Pada hari ke tujuh ini, gejala di atas muncul dan rata-rata pasien belum dirawat di rumah sakit.

Hari 8: Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah (15 persen) mengalami sindrom gangguan pernapasan akut, atau ketika cairan menumpuk di paru-paru. Kejadian ini sering berakibat fatal.

Hari 10: Jika pasien memiliki gejala yang memburuk, ini adalah waktu ketika penyakit Covid-19 membuat pasien harus dirawat di ICU. Pasien-pasien yang mengalami kondisi ini lebih mungkin memiliki sakit perut memburuk dan kehilangan nafsu makan ketimbang mereka yang termasuk kasus ringan. Pada fase ini, tingkat kematian ditemukan hanya sekitar 2 persen.

Hari 17: Rata-rata, pasian yang pulih bisa keluar dari rumah sakit setelah 14-18 hari perawatan.

Gejala covid-19 dapat mirip dengan pneumonia. Akan tetapi, ahli radiologi di Universitas Thomas Jefferson Paras Lakhani mengatakan bahwa kondisi pasien yang terjangkit Covid-19 dapat menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu. Ini lah yang dapat membedakan pneumonia dengan virus Corona tersebut.

“Pneumonia biasanya tidak berkembang pesat, Biasanya, sebagian besar rumah sakit akan mengobati dengan antibiotik dan pasien akan stabil dan kemudian mulai membaik,” kata Thimas Jefferson dikutip dari Business Insider.

Perbedaan antara penderita Corona Covid-19 dengan Influenza



Orang yang mengalami Covid-19 dan Flu biasa sama-sama mengalami gejala yang serupa, meski ada beberapa kasus orang yang dinyatakan positif Covid-19 diawalnya tidak mengalami gejala awal sama sekali.

Kemiripan gejala tersebut membuat para tim medis sulit mengidentifikasi Covid-19, maka dari itu diperlukan hasil laboratorium agar mengetahui secara pasti apakah pasien terinfeksi Covid-19 atau hanya flu biasa.

Untuk itu WHO menghimbau kepada orang yang menderita batuk, flu dan demam untuk memeriksakan dan mengobati diri secara dini. Pasien juga harus menjelaskan kepada petugas kesehatan riwayat perjalanan guna mendeteksi dini apakah ada indikasi terpapar Corona Covid-19.

Setiap orang berisiko terkena virus corona COVID-19, tetapi risikonya tergantung pada tempat tinggal atau tempat yang dikunjungi baru-baru ini.

Risiko infeksi lebih tinggi di daerah di mana sejumlah orang telah didiagnosis dengan COVID-19. Hingga saat ini, sudah dipastikan ada penularan antar-manusia. Biasanya, penularan dapat terjadi setelah ada kontak erat dengan pasien terinfeksi Virus Corona, seperti di tempat kerja, rumah atau fasilitas pelayanan kesehatan dan lainnya.

Untuk itu pemerintah melakukan upaya Social distancing dan diminta kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat serta mengurangi aktivitas diluar dan lebih baik dirumah, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Editor : Fikri
Source : Tirto.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending