Connect with us

Kutipan Berita

Cegah Penimbunan Sembako Akibat Virus Corona, Polisi Sidak Swalayan di Karimun

Published

on

Foto cek penimbunan sembako, Di karimun, Kutipan Karimun, Polisi

KUTIPAN.CO – Sejak merebaknya wabah Virus Corona di Indonesia, banyak warga di kota Jakarta yang takut untuk keluar rumah sampai menimbun sembako sebagai stok konsumsi jangka panjang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi di Kabupaten Karimun, jajaran Polsek Balai Karimun melakukan sidak ke sejumlah Swalayan yang berada di wilayah Kecamatan Karimun pada Rabu, (4/2/2020) pagi.

Dalam sidak, Polisi mengimbau para pemilik dan manager Swalayan agar membatasi pembelian sembako untuk konsumsi perorangan.

“Ada 5 swalayan yang kita sidak di kecamatan karimun, kita imbau manager dan pemiliknya untuk membatasi pembelian sembako untuk konsumsi pribadi. Kita juga meminta mereka untuk melapor jika menemukan ada orang atau kelompok yang ingin memonopoli pembelian barang sembako,” ujar Kapolsek Balai Karimun AKP Budi Hartono.

Baca :  Jemput Sabu 2 Kilogram DA Dapat Upah Rp30 Juta

Pembelian sembako untuk konsumsi perorangan dengan kuantitas besar di nilai akan mengakibatkan terjadinya lonjakan harga.

“Saya rasa warga tidak perlu panik sehingga membeli sembako secara berlebihan, kalau beli borongan gitu justru nanti harganya bisa melonjak. Kasihan orang-orang yang kurang mampu,” sambungnya.

AKP Budi Hartono juga mengatakan, untuk mengantisipasi Virus Corona, warga lebih baik waspada dan melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan.

“Seharusnya warga itu mengutamakan pencegahan dengan menjaga kebersihan, bukannya malah menimbun sembako. Untuk mengantisipasi virus corona kan ada caranya, seperti cuci tangan pakai sabun, rajin olahraga, makan makanan dan minuman yang sehat serta memakai masker dan sarung tangan saat beraktifitas di luar rumah,” kata AKP Budi Hartono.

Baca :  Lakukan Koordinasi Pilkada 2020, KPU Lingga Kunjungi Polres Lingga

Guna menghindari kerugian konsumen, pihak Swalayan juga di imbau agar tidak memajang sembako yang sudah kadaluarsa.

Penulis : Boy
Editor : Ramadhan

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan