Beranda Klik News Candra Ibrahim Hentikan Pendaftaran Balon Pilkada ke Partai Politik

Candra Ibrahim Hentikan Pendaftaran Balon Pilkada ke Partai Politik

Foto : Istimewa

Batam – Salah satu bakal calon Pilkada Kota Batam, Candra Ibrahim, menghentikan pengambilan formulir ke berbagai partai politik (parpol), dikarenakan dia sudah mendaftar ketiga partai yakni PDIP, Nasdem, dan Partai Golkar. Padahal, beberapa parpol masih membuka pendaftaran.

Candra mengakui, bahwa keputusannya itu diambil dengan berbagai pertimbangan. Pertama, karena dia sudah mendaftar ke tiga partai tersebut, plus sudah pula menyerahkan data diri dan kliping kegiatan sosialisasi ke Hanura. Selain itu, dia juga sudah membangun komunikasi dengan Demokrat, PKS, dan PPP.

“Jadi, saya pikir, saya tidak akan mendaftar ke partai lain lagi. Sebab, tak ada satupun partai yang bisa mengusung sendiri, sementara saya sudah mendaftar di beberapa partai. Biarlah nanti mereka berkoalisi dan nama saya masuk menjadi pertimbangan koalisi,” kata Candra, Kamis (14/11/2019).

Menurut Candra, dia tak ingin dikesankan terlalu bernafsu untuk dicalonkan dengan mendaftar ke semua partai.

“Padahal, niat saya mengikuti pilkada ini untuk mengabdi dan mentransformasi pikiran, visi dan misi yang saya miliki. Bukan mengejar kekuasaan!” ujarnya

Jika nantinya disurvei oleh beberapa lembaga survei yang bekerjasama dengan DPP parpol, hal itulah yang menjadi pertimbangan parpol dan dirinya untuk mengikuti tahapan pilkada selanjutnya. “Dari sana akan diketahui, apakah saya akan meneruskan atau tidak,” ungkapnya.

Candra menambahkan, jika dirinya jadi maju dan dicalonkan partai, ada beberapa keinginan yang akan dia wujudkan. Dimana Batam ini mestinya lebih dari hari ini. Cita-cita Pak BJ Habibie almarhum untuk menjadikan Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional, seperti terhenti.

“Ini harus diupayakan terus dan hanya orang yang paham Ilmu Ekonomi yang mampu mewujudkannya,” kata Candra lagi.

Visi misi yang sudah di serahkan Candra ke parpol saat mendaftar, tidaklah terlalu muluk. Hampir sama seperti balon lainnya. Hanya saja, pria kelahiran Natuna itu tak mau terjebak janji uthopia, karena kewenangan pemerintah kota dan kabupaten hari ini dibatasi oleh UU.

“Misalnya, kewenangan pemanfaatan laut 0-12 mil menurut UU jadi kewenangan provinsi. Kita tak bisa melewati UU itu. Sebab itulah, sinergi Pemko dan BP Batam salah satu kunci penting,” tutup Candra.

Penulis : KRI
Editor : Agedas