Sumenep – Polres Sumenep jemput paksa seorang oknum kiai di Desa Ban Ra’as Pulau Giliiyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep,vhal tersebut dilakukan Polisi sebab telah mencabuli santrinya yang masih dibawah umur sebanyak 30 kali. Sebelumnya Ghufron juga dua kali mangkir panggilan penyidik PPA Polres Sumenep.

Berdasarkan pengkuan korban sebut saja Melati (nama samaran) kejadian yang telah berulangkali sebanyak 30 kali tersebut dilakukan oleh pelaku sejak 2018 hingga 2019 dan bahkan aksi bejat pelaku melakukan hubungan intim tersebut diberbagai tempat dengan berbagai posisi.

“Pertama kali pelaku melakukan aksi bejatnya di rumahnya sendiri. Setelah itu, melakukannya di berbagai tempat, seperti kamar mandi, ruang tamu, ruang kelas, bahkan kandang sapi,” kata Kamarullah, kuasa hukum korban, Selasa, (29/10/2019).

Lanjut kuasa hukum korban, ia berharap pihak kepolisian dapat memberikan hukum yang terberat kepada pelaku, sebab perbuatan pelaku sangat tidak manusiawi.

Sementara itu Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan, pelaku kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru terhadap santrinya itu sudah ditangkap, dan sekarang sedang dilakukan penyidikan oleh petugas.

“Iya mas benar, besok kita rilis terkait pengungkapan dan kronologisnya,” kata Widi singkat.

Editor : Kri
Source : Suaracom