Beranda Klik News Regional Bupati Lingga Paparkan 14 Program Prioritas Pemerataan Pembangunan di Lingga

Bupati Lingga Paparkan 14 Program Prioritas Pemerataan Pembangunan di Lingga

Lingga – Usai pelaksanaan rapat paripurna mengenai persetujuan bersama kebijakan umum APBD dan PPAS Tahun Anggaran 2020, DPRD Kabupaten Lingga kembali menyelenggarakan Rapat Paripurna dengan agenda lain yakni Penyampaian Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2020 pada Sabtu (16/11/2019) sore di Balairung Sri Replika Istana Damnah.

Pada rapat tersebut Bupati Lingga, Alias Wello, memaparkan mengenai 14 ranperda yang akan diprioritaskan untuk dibahas pada tahun 2020 mendatang, diantaranya adalah ranperda mengenai penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, ranperda tentang pembentukan Kecamatan Lingga Tengah dan ranperda pembentukan Kecamatan Sekanah, ranperda pemekaran kelurahan Daik, ranperda pembentukan Kelurahan Singkep Pesisir dan Kelurahan Berlian.

“Sedangkan untuk ranperda lainnya di dominasi oleh revisi mengenai beberapa perda yang sudah ada, misalnya mengenai BUMD, Perusahaan Air Minum, Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3) Lingkungan, Penyelenggaraan Pendidikan, hingga revisi mengenai tata ruang pada tahun 2011 hingga 2031,” kata Kasubag Humas Fikrizal kepada media, Minggu (17/11/2019).

Lanjut Fikrizal mengatakan, khusus mengenai ranperda revisi yang menyangkut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bupati Lingga menyebutkan bahwa Pemkab Lingga telah mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan BUMD Kabupaten Lingga yang dulu nyaris bangkrut. Tentunya langkah beliau tersebut juga terealisasi berkat dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Lingga yang memberikan suntikan dana sebesar lebih dari 7 Milyar Rupiah, dengan harapan agar kedepannya BUMD tersebut mampu menunjukkan geliat kinerjanya untuk menciptakan kemandirian.

Bupati Lingga Alias Wello | Foto : Istimewa

“Jadi langkah yang kita ambil adalah bagaimana kita menyandingkan BUMD kita dengan konsorsium dan para pelaku usaha dunia agar kedepannya mampu mandiri,” kata Alias Wello yang disampaikan oleh Fikrizal ke pada pihak media ini.

Masih kata Fikrizal, Bupati Lingga juga menambahkan bahwa, saat ini melalui langkah penyelamatan terhadap BUMD tersebut, Pemkab Lingga telah mendapatkan penguasaan aset hampir 38 Milyar, sehingga menimbulkan kembali semangat dan optimisme terhadap BUMD, yang kedepannya akan menjadi lembaga perekonomian  yang akan menghasilkan pundi-pundi pendapat bagi daerah.

Optimisme Alias Wello itu, kata Fikrizal diungkapkannya dengan contoh perusahaan air minum yang sebentar lagi akan diresmikan oleh Kepala Staf Kepresidenan RI, Bapak Moeldoko pada tanggal 24 November 2019 mendatang.

“Nantinya, dengan kapasitas 10 ribu liter per hari kita akan memproduksi air minum dalam kemasan yang insyaAllah akan memenuhi pasar-pasar di Kepri. Bahkan kita telah meminta dukungan kepada pihak Provinsi, agar dalam setiap rapat-rapat bisa menggunakan air dari Gunung Daik, tradisi raja-raja. Itu tagline kita,” katanya.

Menurut Bupati Lingga, pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras dan sinergitas yang terbentuk dari semua pihak yang senantiasa mendukung menyukseskan langkah-langkah pembangunan pemerintah daerah.

“Pada kesempatan itu Bupati Lingga juga menginformasikan bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Bapak Edi Prabowo telah memastikan akan hadir pada perayaan HUT ke-16 Kabupaten Lingga. Bapak Edi Prabowo memastikan diri untuk datang, kecuali ada panggilan atau arahan khusus oleh presiden,” ungkapnya.

Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut dijadwalkan untuk melaksanakan peletakan batu pertama BUMD dengan yang bekerjsama dengan konsorsium asal China untuk pengelolaan cetak tambak seluas lebih dari 800  hektar.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga dijadwalkan akan meresmikan sentra pengolahan tepung ikan, di implacement timah.

“Mesin sudah datang, dan sudah perakitan. Sentra produksi tepung ikan ini juga akan dikelola oleh BUMD kita” ungkap Fikrizal.

Kedepannya, dipastikan setiap investasi harus bekerjasama dengan badan usaha daerah, baik itu BUMD, BUMDES bahkan koperasi yang telah resmi ditunjuk oleh daerah. “Mari kita berjibaku, agar bagaimana bisnis yang dikelola oleh BUMD bisa maksimal mengisi pundi-pundi pendapatan daerah” kata Bupati Lingga.

Lebih jauh dikatakan Fikrizal, Bupati Lingga pun menjabarkan bahwa investor asal Banyuwangi yang beberapa waktu lalu datang langsung meninjau pengolah sagu di Kabupaen Lingga, dalam waktu dekat akan memastikan diri untuk membuka pabrik di Lingga dengan investasi modal kerja dan mesin.

“Paling lambat, 20 November atau 24 November akan ditandantangani,” ungkapnya kepada wartawan.

Dengan begitu mudah-mudahan kita sudah mendapat gambaran betapa luar biasanya kegiatan perekonomian yang akan dikelola BUMD, untuk revisi perda tentang BUMD mutlak kita lakukan bersama.

“Mari kita sama-sama berjibaku untuk menyukseskan pembangunan Kabupaten Lingga. Jika ada yang kurang kita genapkan, yang sempurna kita jagakan, karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Editor : Kri
Penulis : Agedas