Blocking Area di Lingga Berlaku Mulai 30 Juli 2021, Pengecualian Dengan Syarat

  • Bagikan

KUTIPAN.CO – Blocking area atau peniadaan perjalanan orang lintas kabupaten/kota dari dan ke wilayah Kabupaten Lingga akan diberlakukan mulai tanggal 30 Juli sampai dengan 13 Agustus 2021.

Hal tersebut resmi diberlakukan dengan telah dikeluarkannya surat edaran Bupati Lingga Nomor: 360/SATGAS-COVID/2021/0977 pada Selasa (27/7/2021)

Dalam surat edaran itu, adapun ketentuannya sebagai berikut

Perjalanan orang bagi masyarakat untuk perjalanan lintas kabupaten/kota dari dan akan ke wilayah Kabupaten Lingga, perjalanan lintas provinsi, serta perjalanan lintas negara ditiadakan, efektif mulai pada tanggal 30 Juli sampai dengan 13 Agustus 2021.

Pengecualian

Pelaku Perjalanan Orang dengan keperluan mendesak untuk kepentingan bekerja/perjalanan dinas, keperluan pengobatan, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 (dua) orang, serta melengkapi diri dengan Kartu Vaksinasi minimal dosis pertama dan hasil negative PCR (H2) atau Antigen (H-1).

Pelaku perjalanan orang untuk keperluan bisnis/berdagang yang melaksanakan perjalanan orang lintas kabupaten/kota di dalam wilayah Kabupaten Lingga, melengkapi diri dengan Kartu Vaksinasi minimal dosis pertama dan hasil negative PCR (H-2) atau Antigen (H-1) c. Pelaku Perjalanan Orang dari dan ke wilayah aglomerasi darat Kabupaten Lingga dengan kewajiban melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Pelaku Perjalanan Orang lintas kabupaten/kota/provinsi wajib melakukan pengisian e-HAC serta melengkapi diri dengan Surat izin Perjalanan tertulis sebagai persyaratan melakukan perjalanan Kartu Vaksinasi minimal dosis pertama dan hasil negative PCR (H-2) atau Antigen (H-1).

Bagi pegawai instansi pemerintahan/ASN dan pegawai BUMN/BUMD, menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari pejabat setingkat Eselon II.

Bagi pegawai swasta menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari pimpinan perusahaan.

Bagi pekerja sektor informal menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari kepala desa/lurah/ketua RT/RW.

Kunjungan duka anggota keluarga meninggal dan kunjungan keluarga sakit, menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari kepala desa/lurah/ketua RT/RW.

Bagi masyarakat untuk keperluan pengobatan, ibu hamil, dan kepentingan persalinan, menunjukkan surat rujukan dokter dari fasilitas kesehatan.

Surat Izin Perjalanan berlaku secara individual untuk satu kali perjalanan pergi dan pulang, bersifat wajib bagi Pelaku Perjalanan Orang yang berusia 17 tahun ke atas.


Laporan : Pandi

  • Bagikan