Selamat Tahun Baru Kutipan Berita

Biaya Antigen Mahal, Anggota DPRD Kepri Berharap Pemerintah Ganti Dengan GeNose

  • Bagikan
Anggota DPRD Kepri

KUTIPAN.CO – Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin berharap kebijakan pemerintah mewajibkan masyarakat yang ingin bepergian untuk melakukan rapid test Antigen ditiadakan, karena dinilai memberatkan masyarakat.

Foto DPRD Kepri, Komisi IV DPRD Kepri, wahyu wahyudin

Pasalnya, masyarakat banyak mengeluh dengan rapid test antigen yang harganya bekisar Rp 150 ribu dan berlaku hanya 1×24 jam.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, Amd mengatakan, disaat Batam memberlakukan PPKM Level 4 salah satu syarat untuk perjalanan transportasi antar pulau dari Batam ke Tanjung Pinang harus ada melampirkan hasil rapid test antigen dan sudah melakukan vaksin.

Bagi yang tidak divaksin tidak boleh masuk ke Tanjung Pinang begitu juga dari Tanjung Pinang ke Batam.

“Seharusnya kalau sudah divaksin untuk test antigen ditiadakan, namun ini masih berlaku dan dikenakan biaya Rp. 150 ribu,” ujar Wahyu, Senin (9/8/2021).

Wahyu menambahkan, ini yang memberatkan masyarakat sehingga saat ini kapal yang berjalan dari Tanjung Pinang-Batam dan Batam-Tanjung Pinang hanya 3 kali yang biasanya setiap 30 menit sekali, namun sekarang satu hari hanya 3 kali, itupun tidak full karena salah satu penyebabnya ada antigen yang cukup mahal.

Dijelaskan Wahyu,  masyarakat harus mengeluarkan uang 2 kali lipat yang biasanya harga tiket PP kena Rp 150 ribu sekarang harus mengeluarkan uang Rp 300 ribu belum lagi perjalanan daratnya.

“Ini yang memberatkan bagi para Usaha Kecil Menengah (UKM) kalau seandainya ini dilakukan terus, bukan hanya di Tanjung Pinang tapi untuk 7 kabupaten kota yang lainnya,” ujarnya.

“Jadi harapan saya adalah ditiadakanlah antigen ini, kalau pun masih kurang percaya atau kurang yakin karena adanya penambahan kasus, di GeNose aja yang harganya lebih murah hanya Rp 30 ribu,” harap Wahyu.

Sambung Wahyu, ini bertujuan agar ekonomi tetap berjalan, karena Gubernur mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi di Kepri naik 6 persen, karena memang ada industri luar yang baru berinvestasi namun ini belum dirasakan oleh masyarakat.

Inilah kenapa masyarakat banyak menjerit terutama UKM, padahal mengacu pada tahun 2020 yang masih eksis saat ini UKM, perusahaan besar sudah mulai menurun.

“Harapan saya antigen ditiadakan, Gubernur Kepri harus tegas terhadap masalah ini walaupun memang kelonggaran ini dilakukan tetapi karena target vaksinasi sudah hampir mencapai 70 persen di Kepri, saya rasa penurunan angka positif akan jauh,” pungkasnya.


Report : Yuyun

  • Bagikan