Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Karimun

Berstatus PDP Seorang Pekerja Kapal di Rawat di RSUD M. Sani Karimun

KUTIPAN.CO – Miliki gejala Covid-19 seorang pekerja kapal yang pulang melaut terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Sani Karimun.

Pasalnya seorang pekerja tersebut memiliki gejala covid-19 yakni berupa batuk pilek dan pneumonia (radang paru).

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Wabah Covid-19 Kabupaten Karimun, Rachmadi bahwa seorang pekerja kapal tersebut saat ini menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan sudah dirawat sejak Sabtu (23/5/2020) atau satu hari menjelang lebaran Idul Fitri 1441 H.

“Ada satu orang pekerja kapal yang dirawat di RSUD M Sani Karimun dengan status PDP. Dia mulai dirawat sejak satu hari menjelang lebaran,” kata Rachamdi, Selasa (26/5/2020).

Dijelaskan Rachmadi, swab PDP pekerja kapal tersebut baru mau dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam. Mengingat, mulai hari ini semua tugas mulai berjalan normal pasca lebaran.

“Kalau untuk swabnya baru kita kirim hari ini, karena hari ini kan mulai bekerja lagi usai lebaran Idul Fitri,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, sebanyak 27 orang nelayan asal Karimun yang pulang melaut dari Merauke, Papua juga sudah menjalani rapid test. Hasilnya, semua nelayan tersebut non reaktif corona.

Dikatakan, sebanyak 27 orang nelayan tersebut masuk ke Karimun pada Minggu (24/5/2020) dinihari. Alasan dilakukan rapid test kepada nelayan tersebut karena mereka baru saja pulang dari Merauke, Papua yang dikenal memiliki jumlah kasus cukup banyak di Indonesia. Pihaknya mengaku, tak mau mengambil resiko saat pandemi covid-19.

“Malam itu juga mereka kita lakukan rapid test. Alhamdulillah hasilnya non reaktif. Kenapa langsung kita rapid, karena kita tahu Papua memiliki kasus covid-19 yang cukup banyak. Meski mereka nelayan yang kerjanya di laut, tak mungkin mereka di laut terus, pasti juga turun ke darat selama di Papua saja,” terang Rachmadi.

Menurut dia, setelah diketahui hasilnya non reaktif maka langsung dipulangkan ke rumah masing-masing dan menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Editor : Ramadhan

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply