Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Lingga

Berprilaku Kooperatif dan Sebagai ASN Tersangka BLUD RSUD Dabo Selama Proses Tidak Ditahan

Kasi Pidsus Kejari Lingga Josua Tobing (Foto : Fikri)
Selama dalam proses penyidikan di kepolisian hingga pelimpahan berkas tahap 2 di Kejaksaan Negeri Lingga tersangka AWS yang tersandung kasus korupsi BLUD RSUD Dabo Singkep tidak dilakukan penahanan

KUTIPAN.CO – Tersangka dugaan korupsi dana BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep yakni AWS tidak dilakukan penahanan sejak dari proses penyidikan di Kepolisian Polres Lingga dan pelimpahan berkas tahap 2 di Kejaksaan Negeri Lingga.

Kepala Kejaksaan Negeri Lingga Imang Job Marsudi melalui Kasi Pidsus Kejari Lingga Josua Tobing mengatakan, selama tahapan proses tersangka AWS dinilai kooperatif.

“Sampai saat ini kita tidak melakukan penahanan, pada dasarnya, tersangka kooperatif baik itu di penyidik Polres maupun di proses tahap 2 ini juga,” kata Josua saat ditemui wartawan usai penyerahan berkas dan barang bukti di Kejaksaan Negeri Lingga, Senin (5/10/2020).

Mengenal Singkat 3 Kandidat Calon Bupati Lingga Pilkada 2020

Selain itu lanjut Josua, dalam kasus dugaan korupsi yang dilakukan AWS mantan Direktur RSUD Dabo Singkep pada tahun anggaran 2018 tersebut, pihaknya mempertimbangkan status tersangka AWS merupakan ASN yang mana menurutnya telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp551.414.600 dan tidak dikhawatirkan menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

“Kemudian karena dia pegawai negeri jadi dia tidak ada kemungkinan untuk melarikan diri. Terkait dia menghilangkan atau merusak barang bukti itu tidak mungkin karena seluruh barang bukti sudah disita dan sudah adanya pengembalian kerugian negara. Saat ini status AWS merupakan tahanan jaksa nanti ketika kami limpahkan itu sudah wewenang hakim,” kata Josua.

Lanjut Josua, meski tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka AWS pada tahap penyidikan pihak kepolisian dan pelimpahan berkas tahap 2 ke kejaksaan namun terhadap tersangka AWS pada putusan sidang nantinya tidak mengurangi masa hukumannya.

“Dari penyidik dia (AWS) tidak ditahan dan masuk di Jaksa juga tidak ditahan ketika dilimpahkan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) kepengadilan dan itu masuk pada kewenagan hakim apakah diberlakukan hal sama atau ditahan, itu sudah masuk kapasitas kewenangan di pengadilan,” ungkap Josua

Syamsudi Jabat Pj Sekda, Pelantikan Terakhir Bupati Lingga dan Terselip Pesan Untuk Pejabat Lainnya

Dijelaskan Kasi Pidsus Josua Tobing, tersangka AWS dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebgaimana telah di rubah oleh Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2001 Jo pasal 55 ayat 1 Ke- (1) K.U.H.Pidana.

“Tapi ketika telah di vonis dan ada perintah masuk penjara berapapun hukuman yang ditetapkan dia harus menjalani itu tidak ada potongan. Ancaman hukuman kalau pasal 3 itu satu tahun kalau pasal 2 itu minimal 4 tahun” kata Josua.

Editor : Fikri

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply