Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Karimun

Bentak Pedagang, Sikap Oknum Anggota Organisasi MR Karimun Dinilai Arogan

Screenshot video penertiban pedagang dalam rangka pemberlakuan jam malam (Foto : Boy)

KUTIPAN.CO – Beredar luas di media sosial Facebook sejak Minggu, (12/4/2020) pagi, video patroli penertiban pedagang dalam rangka pemberlakuan jam malam di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau ramai dibincangkan warganet.

Dalam video tersebut terlihat, oknum anggota organisasi MR yang belum diketahui namanya dengan nada penuh emosi membentak salah seorang pedagang.

“Ini udah jam berapa, tutup semua. Videokan saja, saya tidak takut,” ujar oknum anggota organisasi MR Kabupaten Karimun yang belum diketahui namanya didalam video.

Sikap oknum anggota organisasi MR tersebut dinilai arogan dan sangat disayangkan oleh para pedagang.

Seorang pedagang di Sungai Lakam Kecamatan Karimun yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku kecewa. Menurutnya, sikap tersebut tidak pantas dilakukan oleh orang yang berpendidikan.

“Kami hanya mencari nafkah, janganlah dibentak-bentak seperti itu. Menghimbau kan tidak harus menyakiti hati,” kata salah seorang pedagang kepada wartawan Kutipan.co pada Minggu, (12/4/2020) malam.

Video tersebut juga memicu amarah warganet, berbagai komentar dilayangkan sejumlah netizen. Menurut mereka sikap oknum anggota organisasi MR dalam video tersebut sudah berlebihan dan menindas rakyat kecil.

“Santuy aja dong pak, dibilang baik-baik pasti ngerti kok orang itu. Dia hanya penjual makanan harian beda dengan bapak yang harian dapat dan bulanan juga dapat. Semua manusia pasti tidak ada yang mau kena penyakit, tapi apalah daya kalau penjual itu gak jualan darimana dia bisa ngumpulkan uang buat bayar ini itu, belum lagi yang ada anak. Untuk biaya beli susu, dan beli pampers,” komen akun @Ayu Octavia di media sosial Facebook.

Screenshot komentar netizen di media sosial (Foto : Istimewa)

Sementara akun Facebook @Son Guccy dalam komentar tampak membandingkan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karimun dengan Pemerintah Kota Padang dalam mengatasi Covid-19.

“Alhamdulillah. Kota Padang masih banyak yang buka. Tapi caranya tidak ada yang makan di kedai, yang ada bungkus terus bawak pulang. Saya rasa pedagang itu cukup membantu,” tulis Son.

Komentar pedas juga datang dari akun media sosial Facebook @Noveana Syahputri.

“Yang terima gaji tiap bulan mana paham,” ungkapnya.

Video viral tersebut juga mendapat tanggapan dari ketua Yayasan Lemhum Maritim, Edwar Kelvin R, S.H., M.H.

Ketua yayasan Lemhum maritim, Edward kelvin R, S.H, M.H (Foto : A.B.B)

Edwar menilai sikap oknum anggota organisasi MR tersebut sudah melampaui batas. Menurutnya, hal itu tidak pantas dilakukan apalagi oleh oknum yang tidak berwenang.

“Itu sudah melampaui batas, seharusnya mereka mengedepankan upaya persuasif dalam menertibkan pedagang,” ujar Edwar.

Edwar berharap, oknum yang bersangkutan agar melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada para pedagang.

“Wilayah kita ini kondusif, jadi saya harap oknum itu meminta maaf kepada pedagang, ya klarifikasi lah biar kita tidak terpecah belah,” tutupnya.

Penulis : Boy
Editor : Ramadhan

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply