Beranda Klik Nitizen Belajar Dari Sebuah Magnet Untuk Menjadi Pasangan Hidup Terbaik

Belajar Dari Sebuah Magnet Untuk Menjadi Pasangan Hidup Terbaik

Foto : Istimewa

Kutipan.co – Terkadang mencari pasangan hidup, kita selalu dihadapkan dengan berbagai perbedaan. Dan bagi mereka yang tak suka dengan perbedaan yang terlalu ekstrim, mereka akan menyerah, atau menolak. Mereka lebih suka mencari pasangan yang sepemahaman, seia sekata, seragam, pokoknya segala sesuatunya tak ada perbedaan.

Padahal perbedaan itu adalah keniscayaan. Rambut boleh sama, isi kepala tentu berbeda. Cinta boleh sama, tapi hati siapa bisa meraba.

Nah, berbicara mengenai perbedaan, sebenarnya banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran dalam hidup ini. ‘Mereka’ ada diantara kita, disekeliling kita. Cuma mungkin kita tak pernah sadar.

Perbedaan tak selamanya buruk. Justru dengan adanya perbedaan, maka hidup akan semakin berwarna. Begitu pula dalam menjalani hidup dengan pasangan kita.

Apa jadinya jika kita dengan pasangan kita sama. Sama-sama cengeng. Sama-sama keras kepala. Sama-sama egois. Sama-sama boros. Sama-sama tidak setia? Tidak enak. Justru malah selalu ribut. Karena masing-masing tak mau mengalah, sama-sama merasa benar.

Mengapa kita tak belajar dari sebuah magnet?

Koq magnet? Iya, magnet.

Kita sama-sama tahu, bahwa magnet adalah sebuah benda yang mempunyai kekuatan untuk menarik benda lain dengan unsur besi. Sebuah benda yang mempunyai kutub negatif dan positif, mempunyai medan magnet, dan bisa dibuat dengan bantuan listrik.

Lalu apa hubungannya dengan pelajaran hidup menjadi pasangan yang baik?

Begini filosofinya.

Filosofi Pertama.

Magnet adalah sebuah benda yang kuat, yang bisa menarik benda lain dengan unsur besi hingga menempel padanya. Nah, jadikanlah diri kita seperti sebuah magnet, mempunyai aura yang kuat, yang bisa meluluhkan hati orang yang kita cintai sehingga dia bisa kita dapatkan, menempel erat pada hati kita, meskipun dia termasuk orang yang keras hatinya, tetapi dengan kekuatan cinta dan perhatian kita, pasti dia akan kita dapatkan.

Filosofi Kedua.

Dua buah magnet akan selalu tolak menolak jika kutub yang sama didekatkan. Tetapi akan saling menarik begitu kutub yang berbeda didekatkan.

Artinya, sebuah perbedaan dalam hubungan jangan pernah dijadikan batu sandungan atau penghalang. Jadikan itu sebagai kekuatan untuk menyatu, saling melengkapi. Jika yang satu marah, maka yang satunya siap untuk melembutkan. Jika ada yang menangis, maka yang satu siap untuk menghibur. Jika yang satu diam, maka yang satu siap untuk berbicara. Jika keduanya melakukan hal yang sama, dijamin semuanya tak akan pernah menyatu.

Filosofi Ketiga.

Magnet bisa dibentuk oleh aliran listrik. Sebagai sebuah pribadi, kita seharusnya bisa menerima masukan-masukan yang baik dari luar, dari sahabat, keluarga, atau bahkan orang yang tidak kita kenal akrab. Semua itu bisa membentuk diri kita menjadi pribadi yang kuat. Masukan-masukan yang baik, yang menguatkan, yang menyejukan, bisa kita jadikan pegangan hidup untuk bisa memahami pasangan hidup kita agar dia tak pernah lepas dari hidup kita.

Filosofi Keempat.

Sebuah magnet mempunyai medan magnet. Medan magnet ini tak terlihat, tapi bisa dirasakan. Begitu juga dengan cinta dan kasih sayang. Keduanya tak berujud, tapi bisa dirasakan oleh orang yang kita cintai dan kita sayangi. Kita mewujudkannya dengan bentuk kata-kata dan perhatian. Bahkan hanya dengan tatapan mata saja, seseorang bisa menyatakan cinta kepada orang yang dicintai.

Simpel kan?

Hidup sebenarnya mudah. Kita yang membuat rumit. Banyak orang sibuk mencari kebahagiaan. Padahal kebahagiaan itu justru kita yang membuat. Kalau kita tidak membuat, bagaimana bisa kita menemukan kebahagiaan itu?

Editor : Fikri
SUMBER