Beranda Headline News Bea Cukai Tegah Penyelundup Narkoba di Pelabuhan Internasional Karimun

Bea Cukai Tegah Penyelundup Narkoba di Pelabuhan Internasional Karimun

KPPBC saat Pres Rilis Hasil Penangkapan Penyeludup Shabu di Pelabuhan Internasional Karimun (Foto : Istimewa)

Karimun – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun melakukan penegahan terhadap H (23) salah seorang warga negara Indonesia karena kedapatan membawa Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor di Pelabuhan Ferry Internasional Tanjungbalai Karimun pada Senin (11/11/2019) sekira pukul 16.50 Wib.

Penegahan diawali dari profiling penumpang kapal Ferry MV. CERIA INDOMAS oleh petugas Bea dan Cukai karena petugas melihat salah satu penumpang memiliki gerak-gerik yang mencurigakan.

Kemudian petugas melakukan wawancara dan pemeriksaan badan serta barang bawaannya dan ditemukan barang berupa satu buah bungkusan berupa tablet dengan merek Erimin 5 yang disembunyikan di lipatan lengan baju,

“Kemudian satu bungkus berisi pil tanpa logo diduga ekstasi berwarna abu-abu yang disembunyikan di lipatan celana dan satu buah bungkusan berisi serbuk kristal putih diduga shabu yang ditemukan di dalam dompet saku celana,” ujar Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP B TBK Bagus Heriadi, Jumat (15/11/2019)

Selanjutnya tersangka beserta barang bukti dibawa ke KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun oleh petugas Bea dan Cukai untuk dilakukan pemeriksaan mendalam bersama anggota Satnarkoba Polres Karimun.

“Berdasarkan uji narcotest, didapat bahwa barang yang dibawa tersebut adalah narkotika jenis Happy Five, shabu (Methampethamine), dan pil ekstasi (MDMA),” kata Bagus

Setelah dilakukan penimbangan dan pencacahan diketahui bahwa barang yang dibawa lebih kurang 25 gram serbuk kristal putih diduga shabu, 50 butir pil warna abu-abu diduga ekstasi, dan 99 butir pil diduga Happy Five.

Berdasarkan hasil pemeriksaan barang tersebut ia perolah dari seorang dengan inisial A di daerah Pulay, Johor, Malaysia pada Minggu (10/11/2019).

“Barang tersebut rencana akan dijual ke seseorang dengan Inisial A di daerah Guntung, lalu sebagian untuk dijual di sekitar daerah Tanjungbalai Karimun dan sebagian lagi untuk pemakaian pribadi,” beber Bagus.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 102 huruf e UU nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan UU nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan yakni menyembunyikan barang impor berupa shabu secara melawan hukum penyelundupan di pelabuhan ferry Internasional Tanjungbalai Karimun.

Dan juga dikenakan pasal 113 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Atas penegahan tersebut KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun melimpahkan kepada Polres Karimun untuk dilakukan proses penyidikan.

Penulis : KRI
Editor : Agedas