Connect with us

Bea Cukai Kepri Tegah Kapal Bermuatan BKC Ilegal di Perairan Batam

Published

on

KUTIPAN.CO – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Kepulauan Riau melakukan penegahan terhadap sebuah kapal bermuatan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal yang melintas di perairan Nongsa Kota Batam pada Minggu (31/5/2020) sekira pukul 13.15 WIB.

Dalam rilia Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau dan KPU BC Tipe B Batam sebelum mencegat kapal tersebut sedang melakukan patroli terkoordinasi dalam Operasi Jaring Sriwijaya yang saat itu sedang berada di Perairan Nongsa, Batam.

“Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat kapal kayu yang tidak mengaktifkan instrument AIS yang diduga memuat barang dari perairan Singapura yang mengarah ke Perairan Nongsa,” kata Kepala Kanwil DJBC Kepri, Agus Yulianto.

Agus menuturkan, setelah dilakukan pemantauan, kapal tersebut telah memasuki perairan Indonesia pada pukul 13.51 WIB, kemudian menindaklanjuti informasi tersebut, Satgas Patroli Laut BC langsung mendekati kapal.

“Sekitar pukul 14.15 WIB, Satgas Patroli Laut BC melihat sebuah kapal kayu dengan ciri-ciri yang mirip dengan informasi yang didapat, kemudian Satgas Patroli Laut BC segera melakukan pengejaran atas kapal kayu tersebut,” katanya.

Agus juga menjelaskan, setelah mendekati kapal tersebut, Satgas Patroli Laut BC memberikan isyarat lisan untuk berhenti, akan tetapi pada saat berusaha mendekat untuk melakukan pemeriksaan awal, kapal tersebut tidak berhenti dan melakukan manuver untuk melarikan diri.

Selanjutnya, Satgas Patroli Laut BC memberikan perintah untuk berhenti tetapi tidak dihiraukan oleh kapal tersebut, sehingga Satgas Patroli Laut BC melepaskan tembakan peringatan sebagai isyarat agar kapal tersebut berhenti.

Sekitar Pukul 15.00 WIB Satgas Patroli Laut BC berhasil sandar pada kapal yang kemudian diketahui adalah KM. Wahyu dengan total ABK 9 orang, Kapal itu mengangkut muatan berupa Barang Kena Cukai (BKC) HT.

“Sehubungan dengan pengejaran yang telah dilakukan oleh Satgas Patroli BC, KM. Wahyu yang memuat BKC HT Ilegal asal Singapura dibawa menuju Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau untuk dilakukan penelitian lebih lanjut,” jelas Agus.

Terakhir ia menegaskan, Bahwa tindakan yang dilakukan oleh Satgas Patroli Laut BC tersebut dilaksanakan sebagai upaya DJBC untuk melindungi masyarakat dari barang ilegal yang berbahaya.

“Ini adalah upaya kita untuk melindungi industri dalam negeri dan penerimaan negara yang sangat kita butuhkan dalam masa penanganan pandemi Covid-19 saat ini,” tutupnya.

Editor : Ramadhan
Sumber : G.Baron

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending