Connect with us

Batam

Bea Cukai Batam Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kapal Kandas di Perairan Nongsa

Published

on

Bea Cukai Batam
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi BC Batam, M Rizki Baidillah

KUTIPAN.CO – Bea Cukai Batam tetapkan dua tersangka kasus penyelundupan Kapal Motor (KM) Budi yang kandas dan membawa rokok serta minuman alkohol ilegal yang diamankan di sekitar Perairan Pulau Putri, Kecamatan Nongsa, Batam, pada Sabtu (20/2/2021) lalu.

“Terhadap proses penyidikan telah menetapkan dua tersangka yang berinisial BRH (34) selaku Nahkoda dan IAZ (40) selaku ABK Kapal,” ungkap Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi BC Batam, M Rizki Baidillah saat dikonfirmasi, Senin (15/3/2021)

Lebih jauh diungkapkan Rizki, Kapal Motor (KM) Budi yang memuat 454 karton dengan total 5,9 juta batang rokok dengan berbagai merek tanpa cukai dan 85 karton dengan total 1.020 botol minuman alkohol dengan kerugian estimasi senilai Rp 10 Miliar.

“Sementara itu untuk kapalnya yang kemarin kandas sudah berhasil ditarik ke Tanjung Uncang,” kata Rizki

Foto bea cukai batam, headline, penyelundupan di batam, Pulau Putri

KM Budi yang sempat kandas di sekitar Perairan Pulau Putri, Kecamatan Nongsa, Batam

Dijelaskan Rizki, dalam insiden tersebut KM Budi sempat menabrak kelong warga. Atas kejadian itu pihaknya berinisiatif setelah melaporkan kejadian tersebut ke pimpinan untuk melakukan komunikasi ke pihak warga dan memberikan sedikit bantuan ke warga untuk mengganti kerusakan yang dialami warga.

Baca :  Kapolresta Barelang Resmikan Pelabuhan Tangguh Barelang di Pelabuhan Domestik Sekupang

“Kejadian itu sebenarnya bukan dari Kapal Patroli Bea Cukai namun dari KM Budi yang berusaha menghindari dari kejaran Bea Cukai,” ungkap Rizki.

Terhadap pelaku dijerat Pasal 102 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 50 Juta dan paling banyak Rp. 5 Miliar.

Dan dijerat Pasal 50, pasal 54 dan pasal 56 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Baca :  Manjakan Tamu, HARRIS Resort Waterfront Batam Luncurkan Aplikasi HARRIS Hotels Easy Booking

Reporter : Yuyun
Editor : Fikri

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan