Bea Cukai Batam Bersama TNI AL Gelar Operasi Gabungan Lancang Kuning

  • Bagikan

KUTIPAN.CO – Jelang pergantian tahun 2021, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kanwil DJBC Khusus Kepri) dan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam (KPU BC Batam) bersama Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Lantamal IV) melaksanakan apel pembukaan operasi gabungan dengan sandi operasi “Lancang Kuning”, bertempat di Dermaga Pelabuhan Bintang 99, Kota Batam, Kamis (30/12/2021).

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Akhmad Rofiq selaku penerima apel mengatakan, operasi gabungan tersebut sebuah kolaborasi yang menindaklanjuti
Memorandum of Understanding (MoU) antara Panglima TNI dan Kementerian Keuangan tentang pengamanan penerimaan negara.

“Ini adalah sebuah kolaborasi yang menindak lanjuti MoU antara Panglima TNI dengan Kementerian Keuangan dalam konteks kegiatan kolaborasi atau sinergi operasi bersama,” ucap Akhmad Rofiq.

Disamping itu, patroli ini bertujuan untuk menyambut Nataru dalam pencegahan kegiatan ilegal baik keamanan yang ditangani Angkatan Laut maupun kegiatan penyelundupan yang ditangani oleh Bea Cukai dan seluruh aparat penegakan hukum khususnya di perbatasan laut Indonesia – Singapura dan Indonesia – Malaysia.

“Ini bukti kolaborasi bahwasanya antara aparat penegak hukum tidak ada sekat-sekat lagi. Kita bersama-sama bagaimana menangani kegiatan yang ada di Selat Singapura dan Selat Malaka ini supaya kegiatan kita untuk pengamanan dan kegiatan lain bisa diajalankan dengan baik,” tutup Akhmad Rofiq.

Pada kesempatan yang sama, Kepala KPU BC Batam, Ambang Priyonggo menyampaikan bahwa perairan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia merupakan perairan strategis dengan kepadatan lalu lintas kapal yang rawan akan
potensi pelanggaran hukum di laut seperti adanya penyelundupan.

Operasi gabungan Bea Cukai Batam dan TNI AL dengan sandi Lancang Kuning

Maka tentunya sinergi dan kolaborasi antar instansi sangat diperlukan untuk mewujudkan perairan perbatasan yang kondusif.

“Kami harapkan agar operasi bersama ini dapat berjalan optimal sesuai dengan prosedur dan
senantiasa mengutamakan keamanan dan keselamatan personel, material dan dokumen
serta tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Senada dengan Rofiq dan Ambang, Wakil Komandan Lantamal IV, Kolonel Marinir Andi Rahmat M menyampaikan bahwa tidak hanya tindak penyelundupan, pelanggaran kedaulatan negara seperti kapal asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia terutama di Kepulauan Riau secara ilegal juga menjadi target operasi gabungan tersebut.

“Kegiatan operasi bersama ini untuk menjaga sinergitas Bea Cukai dan Angkatan Laut khususnya Lantamal IV Tanjung Pinang,” ucap Andi.

Untuk itu, pihaknya mohon doa restunya semoga operasi ini bisa berjalan dengan lancar, aman dan berhasil dengan maksimal demi untuk menjaga Selat Singapura dan selat Malaka.

“Terimakasih kepada Kakanwil beserta jajaran, kolaborasi ini mudah-mudahan kita bisa tingkatkan dan lanjutkan demi keamanan penggunaan jalur laut dan mengantisipasi kegiatan ilegal yang sering terjadi di sekitar Kepri,” pungkasnya.

Operasi gabungan tersebut melibatkan Kanwil DJBC Khusus Kepri, KPU BC Batam, PSO BC Tanjung Balai Karimun, PSO BC Batam sedangkan dari TNI AL melibatkan Lantamal IV, Lanal Batam dan Lanal Tanjung Balai Karimun.

Operasi dilaksanakan dengan menurunkan berbagai jenis kapal. Bea Cukai melibatkan Kapal Patroli BC 20011, Kapal Patroli BC 9002, Kapal Patroli BC 10022, Kapal Patroli BC 1410, Kapal Patroli BC 7004, Kapal Patroli BC 10017 dan Kapal Patroli BC 1001, sedangkan dari TNI AL menerjunkan KAL Mapor, KAL Nipah, KAL Pelawan dan Sea Rider yang tentunya memiliki spesifikasi yang dapat mendukung penegakan kedaulatan maritim Indonesia, khususnya di perairan Kepri.

Apel gabungan juga dihadiri perwakilan dari Kantor Kamla Zona Maritim Barat, Kogabwilhan
I, Guskamla Koarmada I, BNN Provinsi Kepri, Polairud Polda Kepri, Imigrasi Batam, KSOP
Khusus Batam, PSDKP Batam, BKIPM Batam, Dishub Batam, dan instansi terkait lainnya.

  • Bagikan