
KUTIPAN – Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Implasement Dabo, Singkep, mengeluhkan kondisi bazar yang dinilai sepi pengunjung. Para pedagang menilai, pembagian lokasi bazar menjadi dua titik menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah pembeli.
Salah satu pedagang yang berjualan di stand bazar depan gedung bekas tepung ikan mengungkapkan, kondisi tersebut sangat terasa dalam beberapa waktu terakhir.
“Sepi pengunjung. Menurut kami karena lokasi stand bazar terpecah dua, jadi konsentrasi pembeli juga ikut terpecah,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, selain faktor terbagi menjadi dua lokasi bazar yang terpisah, kondisi ekonomi masyarakat yang tengah melemah juga turut memengaruhi daya beli pengunjung.
Menurutnya, pengunjung yang datang ke bazar tidak lagi terpusat di satu titik. Banyak di antara mereka yang berpindah lokasi mengikuti kebutuhan keluarga, terutama anak-anak.
“Ada yang mau nongkrong di stand kami, tapi anak-anak mereka ingin main di stand lokasi sebelah. Jadi emak-emak akhirnya bergeser ke sebelah,” katanya.
Situasi tersebut berdampak langsung terhadap potensi transaksi para pedagang. Ia menilai, peluang penjualan yang seharusnya bisa maksimal menjadi berkurang akibat pergerakan pengunjung yang terpecah.
Karena itu, para pedagang berharap adanya penyatuan lokasi bazar agar konsentrasi pembeli kembali terfokus di satu area.
“Kalau dua lokasi ini disatukan, saya rasa lebih baik. Ini solusi yang fair. Sebelumnya kami juga tahu ada kesepakatan bahwa habis Lebaran akan disatukan kembali,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, meski rezeki setiap pedagang sudah diatur, faktor keramaian tetap berpengaruh terhadap omzet.
“Rezeki memang tidak tertukar, tapi kalau pengunjung terpecah tentu berpengaruh,” tambahnya.
Para pelaku UMKM pun berharap pihak terkait segera merealisasikan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
“Kami berharap ada tindakan dari pihak terkait atas kesepakatan yang sudah dimusyawarahkan yang disaksikan camat. Harapan kami bisa segera direalisasikan, supaya kondisi jualan kembali ramai,” tegasnya.
Sudah Disepakati Disatukan Usai Ramadan
Sementara itu, pengelola UMKM Dabo, Ambok Akok, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan musyawarah bersama pengelola wahana permainan.
“Sudah dilakukan musyawarah mufakat antara UMKM Dabo dan Wahana Permainan Dabo,” ujarnya.
Ia menjelaskan, musyawarah tersebut digelar pada 12 Februari 2026 di Kecamatan Singkep.
Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati bahwa seluruh kegiatan bazar dan wahana permainan akan kembali disatukan dalam satu lokasi setelah Ramadan.
“Tepatnya 30 Maret 2026, wahana permainan akan bergabung kembali di satu titik lokasi, yaitu di depan Gedung bekas Tepung Ikan Implasement,” jelasnya.
Selain itu, pembagian tenda juga telah diatur secara merata antara pedagang dan pengelola wahana.
“Dengan ketentuan, 35 tenda untuk UMKM Dabo dan 35 tenda untuk wahana permainan,” tambahnya.
Ia berharap, penyatuan lokasi ini nantinya mampu meningkatkan jumlah pengunjung serta berdampak positif terhadap pendapatan para pelaku UMKM di kawasan tersebut.




