Connect with us

Kutipan Berita

Basmi Nyamuk, Target Dinkes Lingga 2025 Raih 3 Sertifikat Eliminasi

Published

on

Target Dinkes Lingga 2025

KUTIPAN.CO – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Lingga melalui Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) menargetkan di tahun 2025 capai target eliminasi 3 penyakit.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Fazinawati, AMd. Keb melalui Staf Bidang P2P Pengelola Program Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Andi Sasmita, S.KM, mengatakan, pada bidangnya yang meliputi pemberantasan penyakit bersumber binatang yang meliputi kecacingan, malaria, DBD (demam berdarah dengue) dan filariasis atau kaki gajah menargetkan di tahun 2025 capai target eliminasi.

“Targetnya di tahun 2025 kita mendapatkan 3 sertifikat eliminasi, yaitu Malaria, Kecacingan dan Filariasis atau kaki gajah,” ungkap Staf Bidang P2P Pengelola Program P2B2 Andi Sasmita, S.KM, kepada wartawan, Kamis (7/1/2021)

Dijelaskan Andi Sasmita, untuk kasus malaria tahun 2020 mengalami penurunan temuan kasus, begitu juga dengan program kecacingan di tahun 2020 sudah dilaksanakan dengan pencapaian 100 persen dan pemberantasan penyakit menular yakni kaki gajah atau filariasis ditahun 2021 memasuki survei evaluasi tahap kedua.

Baca :  Berprilaku Kooperatif dan Sebagai ASN Tersangka BLUD RSUD Dabo Selama Proses Tidak Ditahan

“Alhamdulillah di tahun 2020 kasus malaria menurun, program kecacingan juga telah dilaksanakan 100 persen dan kaki gajah tahun ini sudah masuk survei evaluasi kedua. Hanya saja DBD mengalami peningkatan di tahun 2020 ditemukan 57 kasus” ungkapnya

Ditahun 2021, kata Andi Sasmita pihaknya lebih fokus pada memberikan pemahaman pada masyarakat terkait pemberantasan nyamuk, dengan membentuk membentuk kader Jumantik di seluruh desa se-Kabupaten Lingga.

“Kendala yang sering dihadapi dilapangan cuma terkait pemahaman pola fikir masyarakat. Selama ini setiap ada ditemukan kasus akibat nyamuk, masyarakat masih meminta foging sebenarnya itu bukan solusi, namun solusi masalah penyakit yang diakibat dari nyamuk ini melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dengan gotong royong dan 3M,” kata Andi Sasmita

Baca :  Awe Akui Ada Hutang Pada Masyarakat Yang Belum Tuntas

Lanjut dia, 3M yang dimaksud yakni Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, lalu Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk.


Reporter : Kiky
Editor : Fikri

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan