
KUTIPAN – Dalam menghadapi dinamika ekonomi yang semakin menantang, pemerintah daerah dituntut untuk bergerak cepat, responsif, dan adaptif. Hal ini pula yang menjadi fokus Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lingga, yang kini tengah mempersiapkan serangkaian strategi untuk memperkuat pondasi fiskal daerah menjelang tahun 2026.
- Mengantisipasi Tantangan Fiskal Lewat Perencanaan yang Lebih Kuat
- Penguatan Pengelolaan Pajak Air Tanah dan Peran Strategis PK3
- Transformasi Digital: Mewujudkan Layanan Pajak yang Modern, Cepat, dan Akuntabel
- Mendorong Kolaborasi: Pemerintah Daerah Tidak Bisa Bekerja Sendiri
- Komitmen untuk Pembangunan Lingga yang Lebih Baik
Sebagai garda terdepan dalam mengelola sumber pendapatan daerah, Bapenda Lingga memahami bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan instrumen vital dalam menggerakkan pembangunan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, langkah-langkah strategis perlu dirumuskan secara matang dan berkelanjutan.
Mengantisipasi Tantangan Fiskal Lewat Perencanaan yang Lebih Kuat
Kepala Bapenda Lingga, Safarudin, menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan potensi, tantangan, dan peluang yang dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan daerah secara optimal. Menurutnya, berbagai sektor telah dipetakan untuk digarap secara lebih terarah, termasuk perbaikan tata kelola pajak, penguatan pendataan, hingga peningkatan layanan bagi masyarakat.
“Dalam menghadapi tantangan fiskal tahun 2026, Bapenda Lingga terus berupaya meningkatkan PAD secara optimal dan berkelanjutan. Kami menekankan pentingnya sinergi antara inovasi sistem, disiplin administrasi, dan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Safarudin pada 10 November 2025.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peningkatan PAD bukan hanya soal angka, tetapi juga menyangkut tata kelola yang lebih efisien, kolaboratif, serta didukung komponen masyarakat sebagai wajib pajak. Pendapatan daerah yang meningkat akan mengalir kembali kepada masyarakat melalui pembangunan sarana, prasarana, dan berbagai program prioritas.
Penguatan Pengelolaan Pajak Air Tanah dan Peran Strategis PK3
Salah satu sektor yang kini mendapat perhatian serius Bapenda Lingga adalah pengelolaan pajak air tanah. Sektor ini dinilai memiliki potensi besar jika dikelola dengan tertib administrasi dan pengawasan yang optimal. Pemanfaatan air tanah, khususnya bagi pelaku usaha, harus berjalan sesuai regulasi agar memberikan kontribusi positif terhadap PAD.
Tidak hanya itu, Bapenda Lingga juga memperkuat peran tenaga PK3 (Petugas Kolektor Kecamatan dan Kelurahan). Keberadaan tenaga PK3 dinilai sangat penting dalam menunjang pendataan lapangan dan pelayanan langsung kepada masyarakat. Dengan cakupan wilayah Kabupaten Lingga yang cukup luas serta karakter geografis kepulauan, tenaga PK3 menjadi ujung tombak dalam memastikan setiap potensi pajak dapat terpantau dan tertangani secara tepat.
“Keberadaan tenaga PK3 sangat penting dalam mendukung pendataan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga seluruh potensi pajak dan retribusi daerah dapat tertangani dengan baik,” jelas Safarudin.

Tenaga PK3 juga difungsikan sebagai mediator antara pemerintah daerah dan masyarakat, memastikan distribusi informasi pajak berjalan lancar sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan.
Transformasi Digital: Mewujudkan Layanan Pajak yang Modern, Cepat, dan Akuntabel
Di era teknologi yang terus berkembang, pelayanan publik yang berbasis digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Bapenda Lingga menangkap peluang ini sebagai momentum untuk mengimplementasikan sistem pajak yang lebih modern. Digitalisasi disebut sebagai kunci untuk mempercepat proses pelayanan, meminimalkan human error, serta meningkatkan transparansi bagi masyarakat.
“Melalui penerapan teknologi dan digitalisasi, proses pengumpulan pajak dan retribusi dapat lebih efisien, transparan, dan akuntabel,” ungkap Safarudin.
Dengan sistem digital, masyarakat mendapat kemudahan dalam menjalankan kewajiban perpajakan, mulai dari pengecekan tagihan, konsultasi, hingga pembayaran pajak secara online. Langkah ini juga mendukung upaya pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat yang lebih patuh pajak, tanpa harus terbebani proses administratif yang rumit.
Mendorong Kolaborasi: Pemerintah Daerah Tidak Bisa Bekerja Sendiri
Dalam upaya meningkatkan PAD, Bapenda Lingga menyadari bahwa kolaborasi adalah elemen penting yang menentukan keberhasilan. Kerja sama dengan masyarakat, pelaku usaha, instansi vertikal, dan stakeholder lain diperlukan untuk menciptakan ekosistem fiskal yang sehat dan produktif.
Safarudin menegaskan, Bapenda Lingga terbuka untuk menerima berbagai masukan dan kolaborasi yang dapat memperkuat optimalisasi pendapatan daerah. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat merupakan faktor penentu dalam memperluas basis pajak serta meningkatkan efektivitas pendataan di lapangan.
“Upaya ini bukan hanya soal penerimaan pajak semata, tetapi juga bagian dari komitmen kami untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih merata dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Komitmen untuk Pembangunan Lingga yang Lebih Baik
Melalui berbagai strategi yang telah dirancang, Bapenda Lingga menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan pajak yang profesional, modern, dan berpihak pada kemajuan daerah. Upaya meningkatkan PAD bukan sekadar target angka, tetapi bentuk investasi jangka panjang untuk masa depan Kabupaten Lingga.
Pendapatan daerah yang kuat akan menjadi fondasi dalam membiayai pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial lainnya yang dibutuhkan masyarakat. Dengan kolaborasi dan dukungan masyarakat, Bapenda Lingga optimis menghadapi tantangan fiskal tahun 2026 dan seterusnya.





