Connect with us

Batam

Bantah Intimidasi, PT Bumi Piayu Indah Sudah Ganti Rugi

Published

on

Foto BP Batam, ditpam batam, headline, polsek nongsa, PT Bumi Piayu Indah

KUTIPAN.CO – Management PT. Bumi Piayu Indah membantah adanya perlakuan intimidasi terhadap dua warga yang memiliki usaha bengkel dan pedagang kaki lima yang berada di tepi jalan simpang menuju Polsek Nongsa, Kelurahan Kabil atau di bufferzone.

Siti selaku Staff PT. Bumi Piayu Indah mengatakan, dari perusahaan sudah ada itikad baik dan ganti rugi yang diberikan kepada pemilik bengkel dan pedagang kaki lima yang berada di lokasi bufferzone.

“Sebelumnya sudah ada dari tim perusahaan memberikan ganti rugi dengan catatan setelah diberikan ganti rugi mereka langsung pindah, namun dengan alasan kemanusiaan lokasi tersebut masih dipakai oleh mereka dan apabila lahan ini dipakai perusahaan akan dikembalikan,” ujar Siti, Jum’at (9/4/2021).

Dijelaskan Siti, di tahun 2013 perusahaan sudah memberikan ganti rugi kepada saudara Pati senilai Rp20 juta dan Agus senilai Rp5 juta dan telah terjadi kesepakatan.

Baca :  Polisi Tangkap Tangan Oknum PNS Pemprov Kepri Jemput TKI Ilegal

“Saat itu sudah ada perjanjian kedua belah pihak kalau perusahaan membutuhkan lahan tersebut mereka siap dan kapan saja pindah,” ucap Siti.

Selain itu, dari pihak perusahaan sudah ada niat untuk memberikan lokasi di atas top one, namun saat mereka di telpon untuk datang, mereka tidak datang dengan alasan lagi di Medan ada urusan keluarga.

Lanjut Siti, dua minggu kemudian ditelpon kembali dan dibalas oleh yang berangkutan tidak sempat datang, sehingga turunlah surat peringatan untuk pembongkaran, kalau pun mereka tidak mau pindah itu sudah urusan yang berwenang dalam hal ini Ditpam BP Batam.

“Karena masuk wilayah bufferzone mereka tidak mau pindah, padahal lokasi ini tidak dipakai untuk pembangunan yang jelas untuk area penghijauan,” ucapnya.

Baca :  Dorong Sektor Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Lingga, Nizar Temui Sandiaga Uno

Siti menambahkan, ada bahasa waktu itu mereka dipaksa padahal sudah ada surat pernyataan dan uangnya diambil. Dijelaskan Siti dalam hal ini tidak ada intimidasi karena sudah dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Nongsa dan Ditpam BP Batam, ternyata memang tidak ada titik temu karena masing-masing bersikeras.

“Saya berharap semua baik-baik saja, sebagai pekerja otomatis menjalankan prosedur dan kita melihat berdasarkan bukti dan fakta saja,” ujarnya


Reporter : Yuyun | Editor : Fikri

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan