Connect with us

Info Kesehatan

B1617 Varian Baru Covid-19 yang Muncul di India

Published

on

B1617 Varian Baru Covid-19

KUTIPAN.CO – Kasus COVID-19 di India terus meningkat belakangan ini disebabkan virus corona varian baru, yaitu B1617. Virus ini bahkan telah menyebabkan penambahan lebih dari 300.000 kasus per harinya yang tentunya menjadi rekor tertinggi di dunia. Padahal, beberapa bulan lalu India telah dinyatakan hampir berhasil untuk mengatasi pandemi ini dengan adanya pemberian vaksin.

Disebutkan jika virus corona B1617 ini juga telah menghilangkan nyawa ribuan orang, hingga menyebabkan sektor kesehatan di negara tersebut benar-benar terancam.

Lalu, apa saja yang harus diketahui tentang virus corona jenis B1617 ini? Berikut ulasannya!

Segala Hal yang Perlu Diketahui Tentang Virus Corona B1617

Virus memang dapat bermutasi sepanjang waktu dan menghasilkan varian yang terbaru dan berbeda. Sebagian besar mutasi yang terjadi mungkin tidak berbahaya, tetapi bisa jadi lebih membahayakan. Pada virus corona, varian B1617 sudah termasuk mutasi yang membahayakan dan pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020 silam.

Beberapa varian yang mesti mendapatkan perhatian lebih saat telah bermutasi karena berpotensi untuk:

  • Lebih mudah untuk ditularkan dibandingkan dengan jenis (strain) aslinya.
  • Menghasilkan efek samping atau dampak yang lebih parah dibandingkan virus aslinya.
  • Dapat meloloskan diri dari kekebalan, seperti vaksin atau sistem imun yang terbentuk dari infeksi COVID-19 sebelumnya.

Apabila semua bukti tersebut terjadi bahkan lebih dari satu poin yang telah disebutkan, maka varian ini sudah harus mendapatkan perhatian khusus karena dapat menimbulkan masalah yang lebih besar. Maka dari itu, varian baru yang berasal dari India ini harus benar-benar dihentikan sejak awal sebelum masuk dan menyebar jauh di Indonesia.

Namun, Apakah Benar COVID-19 Varian B1617 Lebih Menular?

Dipercaya jika varian baru ini dapat lebih mudah menyebar dibandingkan jenis aslinya. Hal ini disebabkan mutasi yang terkandung di dalamnya, yaitu L452R, yang memengaruhi lonjakan pada protein virus. Protein ini disebut-sebut dapat memudahkan virus corona untuk masuk lebih dalam dan menimbulkan dampak buruk.

Baca :  Kabut Asap Kepung Wilayah Dabo Singkep

Mutasi L452R dapat mengubah lonjakan protein yang berinteraksi langsung dengan ACE2, molekul di permukaan sel yang diikat oleh virus untuk masuk ke dalam. Mutasi dari protein ini memungkinkan virus untuk mengikat sel dengan lebih stabil. Selain itu, mutasi lainnya adalah E484Q yang juga mampu membuat infeksi lebih mudah terjadi. Maka dari itu, varian baru ini disebut dengan mutasi ganda.

Lalu, apakah COVID-19 jenis baru ini lebih berbahaya?

Penelitian masih terus dilakukan untuk virus corona B1617 sejauh ini. Disebutkan jika tidak ditemukan infeksi yang lebih parah atau viral load, yang lebih tinggi pada varian baru ini. Namun, hal yang harus menjadi perhatian adalah kemanjuran vaksin terhadap B1617. Sebagian besar vaksin dikembangkan untuk melawan virus corona dengan menargetkan protein lonjakan.

Baca :  RS Khusus Covid-19 Batam Dilengkapi 340 Kamar dan Landasan Helipad

Umumnya, protein dari virus berada di permukaan luar, ini yang akan dideteksi oleh sistem kekebalan selama infeksi dan menghasilkan antibodi yang efektif untuk melawan. Apabila mutasi yang terjadi telah mengubah bentuk protein lonjakan, maka antibodi yang dihasilkan mungkin menjadi kurang efektif.

Haruskah Khawatir pada Varian Virus Corona B1617 Ini?

Kementerian Kesehatan India telah menyatakan jika peningkatan kasus ini bisa jadi tidak terkait dengan mutasi yang ada. Hal ini karena mutasi dari B1617 belum terdeteksi dalam jumlah yang cukup tinggi, sehingga tidak bisa dipastikan akibat varian baru tersebut. Meski begitu, ini mungkin saja akibat kurangnya data sehingga belum dapat dipastikan seberapa berbahaya jenis virus baru ini.

Memang masih terlalu dini untuk menentukan jika varian baru ini dapat menjadi ancaman yang signifikan untuk pengendalian virus. Meski begitu, ada baiknya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan setiap saat, yaitu menggunakan masker, melakukan social distancing, dan rajin mencuci tangan. Jika sudah berkesempatan mendapatkan vaksin, ada baiknya disambut dengan baik untuk menghindari dampak buruk saat COVID-19 benar-benar menyerang.


Author : Kiky
Editor : Fikri
Source : Halodoc

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan