KUTIPAN.co, Kesehatan – Stunting adalah kondisi anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain tinggi badan anak berada di bawah standar. Standar yang dipakai sebagai acuan adalah kurva pertumbuhan yang dibuat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dijelasakan oleh dr. Indra Jaya Sp.A, adapun penyebab stunting pada anak terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak, baik secara kualitas ataupun kuantitas dalam 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK), yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Termasuk semasa dalam kandungan, bahkan kondisi ibu sebelum kehamilan.

“Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan protein, Stunting pada anak bisa disebabkan oleh masalah pada saat kehamilan, melahirkan, menyusui, atau setelahnya, seperti pemberian MPASI yang tidak mencukupi asupan nutrisi,” kata Dokter Specialis Anak Indra Jaya, Rabu (4/11/2019).

Lebih Lanjut dikatakan Dokter Specialis anak yang bertugas di RSUD Dabo Singkep, Anak yang mengalami stunting juga mempengaruhi perkembangannya, anak tersebut juga mengalami penurunan tingkat kecerdasan dan gangguan dalam belajar. Akibatnya, prestasi anak di sekolah akan buruk, dampak lebih jauh dari stunting adalah pada masa depan anak.

“Yang berujung pada masalah pada produktivitas SDM, kalau tidak diatasi akan terjadi lingkaran setan kebodohan. Anak yang stunting kasarnya akan melahirkan generasi yang stunting juga,” kata Indra Jaya.

Untuk itu, pencegahan sejak dini dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air, terutama sebelum menyiapkan makanan dan setelah buang air besar atau buang air kecil, meminum air yang terjamin kebersihannya, serta memperhatikan tumbuh kembang anak dan asupan makanan sehari-hari.

Penulis : Kri
Editor : Ramadhan